BERAU TERKINI – Sebanyak 50 pelajar dan perwakilan instansi di Kabupaten Berau antusias mengikuti sesi berbagi inspirasi bersama Putri Indonesia Lingkungan 2018, Vania Fitryanti Herlambang.

Kegiatan yang dihelat pada Rabu (23/9/2026) sore di Rumah Kemas Batiwakkal ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Berau Coal, PT Pamapersada Nusantara, dan Berau Terkini.

Dalam acara bertema “Berani Bermimpi, Peduli Lingkungan, dan Berkarya di Era Digital”, Vania mengungkapkan kekagumannya terhadap Bumi Batiwakkal yang telah lama masuk dalam daftar impian kunjungannya sebagai seorang penyelam.

Ia mengaku sangat penasaran dengan keindahan bawah laut Berau, mulai dari berenang bersama hiu paus di Talisayan, menyelam berdampingan dengan kawanan barakuda di Maratua, hingga melihat langsung konservasi penyu di Pulau Sangalaki yang menjadi agenda kunjungannya berikutnya.

Putri Indonesia Lingkungan 2018, Vania Fitryanti Herlambang, saat sharing session bersama pelajar di Rumah Kemas Batiwakkal, Rabu (23/9/2026) sore.
Putri Indonesia Lingkungan 2018, Vania Fitryanti Herlambang, saat sharing session bersama pelajar di Rumah Kemas Batiwakkal, Rabu (23/9/2026) sore.

“Aku sudah riset banyak cuma unfortunately aku belum bisa untuk lanjut diving di trip kali ini. Aku pasti bakal balik ke Berau,” ujarnya kepada Berauterkini.

Vania mengapresiasi tingginya antusiasme serta energi positif yang ditunjukkan para pelajar sepanjang acara berlangsung. 

Menurutnya, keaktifan para peserta dalam sesi tanya jawab dan kuis menunjukkan mental pembelajar yang berani mencoba tanpa harus menunggu sempurna.

“Tadi yang nanya banyak banget, tadi aku juga ngelempar kuis-kuis, mereka nggak malu-malu loh buat jawab, mereka semangat. Senang melihat adik-adik yang makin menggebu-gebu lah untuk bisa menyebarkan semangat,” katanya.

Dalam pemaparannya, Vania juga menekankan pentingnya keterlibatan lintas disiplin ilmu dalam menjawab berbagai tantangan krisis ekologi global. 

Ia menilai penyelesaian masalah lingkungan tidak hanya bergantung pada sektor sains atau teknik semata.

Namun, juga membutuhkan kolaborasi luas mulai dari ilmu sosial, bisnis, manajemen, hingga dunia pendidikan.

“Kita ngomongin isu lingkungan pada dasarnya kan banyak keilmuan-keilmuan yang harus tergabung untuk ikut menyelesaikan permasalahan lingkungan,” jelasnya.

Melalui penyiapan sumber daya manusia yang adaptif sejak dini, Vania berharap generasi muda Berau dapat tumbuh menjadi agen perubahan yang siap mengawal transisi energi dan pembangunan berkelanjutan di masa depan.

“Penting banget kita bisa mencetak generasi muda yang punya mindset ke arah transisi tersebut,” pungkasnya. (*)