BERAU TERKINI – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Kabupaten Berau dan ke-215 Kota Tanjung Redeb tahun ini berlangsung dalam suasana sukacita sekaligus keprihatinan.

Selain menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memicu kabut asap, Kabupaten Berau juga merasakan dampak kebijakan efisiensi anggaran yang berpengaruh terhadap pelaksanaan program pembangunan.

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah, mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Perayaan hari jadi tahun ini tentu kita sambut dengan sukacita, namun juga penuh keprihatinan. Kita baru saja menghadapi karhutla dan kabut asap, kemudian saat ini ada kebijakan efisiensi yang sangat berpengaruh terhadap pembangunan di daerah,” ujarnya pada Berauterkini.

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah. (Diva/BT)
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Syarifatul Syadiah. (Diva/BT)

Menurut Syarifatul, keterbatasan anggaran membuat sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) harus menyesuaikan program dan kegiatan yang telah direncanakan.

Dampaknya, pelaksanaan pembangunan maupun pelayanan kepada masyarakat tidak dapat dilakukan secara maksimal seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Kalau sebelumnya pembangunan jalan atau infrastruktur lainnya bisa dilakukan dalam skala yang lebih besar, sekarang tentu harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada. Otomatis kegiatan OPD juga berkurang,” katanya.

Meski demikian, ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi yang sedang dihadapi pemerintah daerah.

Pasalnya, kebijakan efisiensi tidak hanya dirasakan oleh Kabupaten Berau, tetapi juga daerah lain di Kalimantan Timur hingga tingkat nasional.

Syarifatul juga berharap pemerintah pusat dapat segera menyalurkan hak-hak daerah, khususnya dana bagi hasil yang menjadi hak Kabupaten Berau dan Kalimantan Timur.

“Kami berharap pemerintah pusat dapat segera menyalurkan kekurangan dana yang menjadi hak daerah. Karena itu merupakan bagian dari hasil sumber daya alam yang berasal dari Berau dan Kalimantan Timur,” pungkasnya. (*)