BERAU TERKINI – Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan, kembali mengharumkan nama Kabupaten Berau di tingkat nasional.

Kampung pesisir yang dikenal dengan pengelolaan wisata berbasis masyarakat itu berhasil menembus 30 besar Desa Wisata dalam ajang Wonderful Indonesia Awards (WIA) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata.

Pencapaian tersebut menjadi bukti pengembangan wisata kampung di Berau mulai mendapat pengakuan di tingkat nasional.

Tidak hanya menawarkan destinasi wisata, Dumaring dinilai mampu mengintegrasikan aspek konservasi lingkungan, pelestarian budaya, edukasi, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam satu konsep pengelolaan.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan, keberhasilan tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dilakukan bersama masyarakat dan pengelola kampung wisata.

“Alhamdulillah, Kampung Dumaring berhasil masuk 30 besar Desa Wisata pada ajang Wonderful Indonesia Awards 2026,” ujarnya, Selasa (8/9/2026).

Menurut Yudha, sebelum didaftarkan ke kompetisi nasional, Disbudpar terlebih dahulu melakukan seleksi terhadap sejumlah kampung wisata yang memiliki potensi unggulan. 

Dari lima kampung yang dipersiapkan, hanya tiga yang akhirnya diajukan dan Dumaring menjadi satu-satunya yang berhasil menembus 30 besar.

Keberhasilan itu sekaligus membuka peluang lebih besar bagi Dumaring untuk dikenal secara luas. 

Dalam waktu dekat, tim penilai dari Kementerian Pariwisata dijadwalkan melakukan visitasi lapangan sebagai bagian dari tahapan penilaian menuju babak selanjutnya.

Disbudpar Berau pun mulai mempersiapkan berbagai kebutuhan agar seluruh potensi yang dimiliki Dumaring dapat ditampilkan secara maksimal saat kunjungan berlangsung.

Yudha menilai, salah satu kekuatan utama Kampung Dumaring terletak pada kolaborasi yang terbangun antara masyarakat, pemerintah kampung, kelompok sadar wisata, dan berbagai pihak lainnya dalam mengelola destinasi.

Menurutnya, banyak kampung wisata di Berau yang memiliki daya tarik tersendiri. 

Namun, keberhasilan sebuah destinasi sangat ditentukan oleh bagaimana potensi tersebut dikelola dan dikembangkan secara berkelanjutan.

“Setiap kampung punya keunggulan masing-masing. Yang membedakan biasanya adalah pengelolaannya,” katanya.

Selain melakukan pembinaan, monitoring, dan evaluasi, Disbudpar juga telah menyiapkan sejumlah program pengembangan fasilitas wisata di Dumaring.

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kualitas destinasi sekaligus mendukung kesiapan kampung menghadapi tahapan penilaian berikutnya.

Meski telah menorehkan prestasi membanggakan, Yudha menegaskan perjalanan Dumaring masih panjang.

Berbagai tantangan dalam pengembangan pariwisata tetap harus dihadapi, mulai dari penguatan kolaborasi, peningkatan kapasitas pengelola, hingga menghadirkan inovasi yang mampu menarik minat wisatawan.

Namun, ia optimistis tantangan tersebut justru menjadi pemacu untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas destinasi wisata di Berau.

“Justru dari tantangan itu kita belajar untuk terus bergerak, memperkuat kerja sama, berinovasi, dan kreatif agar pariwisata Berau semakin berkembang,” pungkasnya. (*)