BERAU TERKINI – Gelaran Festival Rindu Dumaring (FRD) 2026 resmi berakhir pada Sabtu (5/9/2026) setelah berlangsung maraton selama hampir satu bulan.
Mengusung tema “Menyulam Rindu, Menyemai Warisan”, perhelatan tahunan ini sukses menjadi ruang perjumpaan lintas generasi untuk merawat tradisi leluhur, sekaligus membangkitkan kembali rasa bangga terhadap identitas lokal Kampung Dumaring, Kecamatan Talisayan.
Semangat pelestarian budaya dalam FRD 2026 sudah terasa sejak kick-off pada 8 Agustus lalu.
Tak sekadar pesta rakyat, festival ini dirancang untuk memperkuat kapasitas masyarakat lokal melalui serangkaian pelatihan public speaking dan hospitality yang diikuti 46 pelaku UMKM serta penggerak wisata.

Langkah ini diambil guna memastikan warga siap menjadi tuan rumah yang ramah dan profesional bagi para wisatawan.
Salah satu program paling berkesan adalah Belajar Bersama Maestro yang melibatkan 72 anak muda.
Tak hanya duduk di dalam kelas, para peserta diajak masuk ke dalam hutan untuk mengambil bahan alami secara langsung, lalu mempelajari serta mempraktikkan kearifan lokal bersama para tetua kampung.
Ketua Panitia, Nana Sumanah, menyebut, melalui pendekatan ini, warisan budaya tidak hanya diceritakan lewat lisan, tetapi dirasakan dan dipraktikkan secara nyata.
Suasana kebersamaan kian erat saat digelar pelbagai perlombaan warga pada 3–4 September yang menyedot perhatian 102 peserta.
Pada puncak acara, panggung festival diguncang oleh penampilan Kusukan, tradisi Pesta Pasca Panen yang dibawakan langsung para tokoh adat Dumaring sebagai ungkapan rasa syukur dan ungkapan nilai gotong royong.

Nana mengatakan, suksesnya FRD 2026 merupakan buah manis dari kolaborasi erat antara Pemerintah Kabupaten Berau, Pemerintah Kampung Dumaring, tokoh masyarakat, pelaku usaha, hingga lembaga mitra.
Sinergi ini membuktikan, pelestarian akar budaya dan pemeliharaan potensi daerah membutuhkan kerja keras bersama.
Meski tirai festival telah ditutup, kata Nana, nilai-nilai yang tertanam diharapkan terus bersemi dalam kehidupan sehari-hari warga Dumaring.
“Kami menyadari masih banyak yang perlu diperbaiki. Tetapi kami percaya, apa yang telah kita mulai tahun ini dapat menjadi dasar untuk pelaksanaan yang lebih baik di masa yang akan datang,” tutup Nana. (*/Adv)
