BERAU TERKINI – Di tengah berkembangnya tren minuman kekinian, pelaku UMKM lokal terus berinovasi menghadirkan produk yang unik dan terjangkau bagi masyarakat.
Salah satunya adalah ZNS Matcha, usaha minuman yang dirintis oleh Nurfitriani sejak Juni 2025.
Nama ZNS sendiri merupakan singkatan dari huruf awal nama anak-anaknya.
Nurfitriani mengungkapkan, nama tersebut dipilih dengan harapan usaha yang dibangunnya dapat terus berkembang dan suatu saat diteruskan oleh anak-anaknya.
Sementara kata Matcha dipilih karena menjadi menu andalan sekaligus produk yang paling diminati pelanggan.

“Harapannya bisnis ini bisa terus berkembang dan nantinya dilanjutkan oleh anak-anak kami. Selain itu, nama ZNS juga mudah diingat oleh pelanggan,” ujarnya kepada Berauterkini.
Ide mendirikan usaha ini muncul dari keinginannya menghadirkan produk yang saat itu belum banyak tersedia di Berau.
Melihat tingginya minat masyarakat terhadap minuman matcha, ia mencoba menawarkan produk berkualitas premium dengan harga yang tetap terjangkau.
Menurutnya, masyarakat kini bisa menikmati minuman matcha tanpa harus datang ke kafe.
Produk yang dijual dapat dinikmati berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.
ZNS Matcha menawarkan beragam varian minuman, seperti Pure Matcha, Pure Ube, Pure Cocoa yang menggunakan kakao asli Berau, Pure Telang, serta berbagai varian lainnya yang terus dikembangkan sesuai selera konsumen.
Keunggulan utama ZNS Matcha ini terletak pada cita rasa matcha yang autentik dengan takaran yang seimbang.
Hal tersebut membuat minuman mereka dapat diterima oleh berbagai kalangan, termasuk pelanggan yang sebelumnya tidak menyukai matcha.
“Alhamdulillah banyak pelanggan yang awalnya tidak suka matcha, setelah mencoba produk kami akhirnya menjadi pelanggan tetap dan melakukan repeat order,” kata Nurfitriani.
Selain itu, ZNS Matcha juga menghadirkan inovasi dengan mengombinasikan matcha premium dan kakao asli Berau.
Perpaduan tersebut menghasilkan cita rasa yang unik dan menjadi pembeda dibandingkan produk sejenis di pasaran.
Untuk menjaga kualitas produk, bahan baku utama matcha didatangkan dari supplier di Pulau Jawa, sementara beberapa bahan pendukung lainnya diperoleh dari Berau.
Meski belum pernah mengikuti pelatihan maupun pendampingan UMKM dari Diskoperindag Berau, Nurfitriani terus berupaya mengembangkan usahanya secara mandiri.
“Kalau pembinaan atau pelatihan belum pernah, tapi saya sudah masuk di grup UMKM yang dibina oleh Diskoperindag Berau,” ungkapnya.
Ia berharap ZNS Matcha dapat semakin dikenal masyarakat dan menjadi salah satu produk minuman khas UMKM Berau yang mampu bersaing dengan produk dari luar daerah.
Dengan mengedepankan kualitas premium, harga yang ramah di kantong, serta inovasi rasa yang memadukan matcha dan kakao lokal, ZNS Matcha optimistis dapat terus tumbuh dan menjadi pilihan masyarakat Berau. (*/Adv)
