BERAU TERKINI – PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Berau menerjunkan Satgas Gabungan untuk memantau langsung penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah SPBU dan Pertashop di Bumi Batiwakkal.

Sidak lapangan ini merupakan tindak lanjut atas Ketetapan Bersama yang digagas Bupati Berau Sri Juniarsih, Ketua DPRD Berau Dedy Okto Nooryanto, Kapolres Berau AKBP Ridho Tri Putranto, Dandim 0902/Berau Letkol Inf M Faisal Idris, Kepala Kejaksaan Negeri Berau Reopan Saragih, serta Pertamina. 

Kesepakatan tersebut memuat 8 langkah taktis pengaturan, pengawasan, hingga penindakan penyalahgunaan BBM.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menegaskan, sinergi lintas sektor ini menjadi kunci utama agar BBM bersubsidi tepat sasaran.

Pemantauan penyaluran BBM di sejumlah SPBU oleh Pertamina dan Forkopimda Berau. (ist)
Pemantauan penyaluran BBM di sejumlah SPBU oleh Pertamina dan Forkopimda Berau. (ist)

“Satgas Gabungan hadir untuk memastikan penyaluran BBM berjalan tertib dan tepat sasaran serta membantu masyarakat memperoleh pelayanan secara aman dan nyaman,” ujar Edi.

Di lapangan, aturan ketat mulai diberlakukan. Setiap SPBU wajib buka mulai pukul 07.00 WITA dan membatasi pengisian kendaraan roda empat maksimal 25 liter per transaksi. 

Personel Dinas Perhubungan bersama kepolisian turut dikerahkan mengatur antrean, sementara sistem barcode MyPertamina diperketat guna mencegah pengisian berulang secara tidak wajar.

Pertamina juga menegaskan tidak ada toleransi bagi oknum pengetap maupun penimbun. 

Penindakan tegas akan langsung dikoordinasikan bersama aparat TNI dan Polri.

Mengenai kendala distribusi, Edi membeberkan tantangan jalur laut, seperti kepadatan lalu lintas kapal, pasang surut sungai, hingga gelombang tinggi yang memengaruhi proses pendaratan suplai. 

Meski demikian, pasokan terus diperkuat. Pada 1 September 2026, Pertamina telah menggelontorkan 260 kiloliter Pertalite ke 15 SPBU serta 94 kiloliter Pertamax ke Pertashop dan SPBU di Berau.

“Penyaluran terus kami optimalkan dari terminal pasok menuju SPBU dan Pertashop. Kami melakukan pengaturan operasional lebih awal, pemerataan pengiriman, serta pemantauan stok secara berkala agar pelayanan kepada masyarakat dapat segera kembali optimal,” jelas Edi.

Ia juga mengimbau warga Tanjung Redeb dan sekitarnya untuk tetap tenang serta tidak melakukan panic buying.

“Kami mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berulang maupun penimbunan. Dukungan masyarakat sangat penting agar distribusi BBM dapat berjalan tertib dan kebutuhan seluruh konsumen dapat terpenuhi dengan baik,” tutupnya. (*)