BERAU TERKINI – Ketersediaan obat hingga tabung oksigen aman di tengah melonjaknya kasus ISPA akibat kabut asap di Berau.

Karhutla yang terjadi di Berau belum usai, imbas kebakaran hutan dan lahan itu kabut asap menyelimuti wilayah Berau.

Akibatnya ativitas warga menjadi terganggu hingga berdampak pada kondisi kesehatan.

Puskesmas Kampung Bugis di Tanjung Redeb, Berau mencatat lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam beberapa hari terakhir.

Lonjakan kasus ISPA berkorelasi dengan kondisi kabut asap karhutla yang kini menyelimuti wilayah Berau.

Wabup Berau Gamalis menjelaskan kenaikan kasus ISPA tersebut ditemukan saat memantau Puskesmas Kampung Bugis dan Puskesmas Tanjung Redeb.

Pasien di Puskesmas Kampung Bugis, Kecamatan Tanjung Redeb. (Diva/BT)
Pasien di Puskesmas Kampung Bugis, Kecamatan Tanjung Redeb. (Diva/BT)

Kasus ISPA disebut mengalami peningkatan hingga hampir tiga kali lipat dibandingkan kondisi biasanya.

“Dua puskesmas yang kita datangi itu hampir rata terjadi kenaikan tiga kali lipat dari kasus ISPA biasanya,” ujar Gamalis.

“Artinya ini terjadi kecenderungan ISPA sebagai penyakit penduduk dengan adanya kabut asap. Itu kenapa saya sampaikan adanya kabut asap,” katanya.

Di tengah meningkatnya kasus ISPA, Wabup Gamalis memastikan kesiapan fasilitas kesehatan dalam menangani pasien.

Dia menyebut stok obat hingga ketersediaan tabung oksigen dalam kondisi aman.

Lebih jauh, Wabup Gamalis mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan demi meminimalisir prevalansi ISPA.

“Kalau ketersediaan obat Alhamdulillah, khususnya dari segi oksigen dan sebagainya masih dapat mencukupi,” jelasnya.

“Saya juga mengimbau warga masyarakat kita pakai masker. Jangan lupakan masker dan aktivitas di luar pun sedikit kita kurangi,” katanya.

Suasana antrean pasien di Puskesmas Kampung Bugis, Tanjung Redeb, Berau (Diva/BT)
Suasana antrean pasien di Puskesmas Kampung Bugis, Tanjung Redeb, Berau (Diva/BT)

Untuk diketahui, kualitas udara di Berau masuk dalam kondisi tidak sehat.

Berdasarkan hasil pemantauan kualitas udara oleh DLHK Berau, terlihat nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat cukup tinggi.

Parameter TSP mencapai angka 193, PM10 sebesar 153, dan PM2,5 sebesar 131. Sementara kadar karbon monoksida (CO) berada pada angka 1,30.

Kepala DLHK Berau, Zulkifli Azhari, mengatakan hingga hari ini kualitas udara di Berau masih dalam kondisi tidak sehat.

Pencemaran lingkungan akibat kabut asap karhutla menyebabkan rusaknya kualitas udara yang bisa menyebabkan munculnya berbagai macam penyakit, salah satunya Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Hari ini masih sama seperti kemarin-kemarin,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Kamis (3/9/2026).

Pengukuran kualitas udara akan dilakukan besok Jumat (4/8/2026) dengan rencana lokasi di belakang kantor bupati Berau Jalan Apt. Pranoto, Kelurahan Karang Ambun.

Waktu pelaksanaan kemungkinan setelah waktu salat Jumat dan pengukuran dilakukan selama 24 jam untuk parameter TSP PM 2.5 dan PM 10.

“Besok akan melakukan pengujian lagi,” singkatnya.