BERAU TERKINI – Go Mi Lij seorang wisatawan berusia 67 tahun akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia usai dilaporkan hilang.
Seorang wisatawan asal Jakarta yakni Go Mo Lij (67) dilaporkan hilang saat tengah berwisata di Maratua, Berau.
Laporan hilang itu pertama kali masuk pada hari Minggu (30/8/2026) lalu atau sehari setelah ia dan keluarga tiba di Maratua, Berau pada Sabtu (29/8/2026).
Proses pencarian Go Mo Lij dilakukan sejak hari Minggu kemarin.
Menurut keterangan pelapor, Go Mo Lij memiliki kebiasaan berjalan-jalan pada pagi hari. Namun, hingga sekitar pukul 09.00 WITA, Go Mo Lij belum juga kembali ke penginapan.
Keluarga kemudian melakukan pencarian secara mandiri, sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Maratua sekitar pukul 11.45 WITA.
“Karena merasa buntu melakukan pencarian, pihak keluarga melaporkannya korban ke Polsek,” jelasnya.
“Dari pernyataan keluarga, korban memiliki riwayat Alzheimer atau penurunan fungsi daya ingat,” sambungnya.
Proses pencarian sulit dilakukan semakin lantaran Go Mo Lij tidak membawa telepon seluler maupun tanda identitas diri.
Adapun ciri-ciri korban yakni perempuan berusia 67 tahun, berbadan gemuk, rambut pendek, dengan tinggi badan sekitar 155 sentimeter.
“Saat terakhir terlihat, korban mengenakan daster bermotif batik warna hitam dan topi,” jelasnya.

Ditemukan Meninggal Dunia
Proses pencarian pun menemukan titik temu usai Go Mo Lij (67) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia oleh tim pencari gabungan pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.
Korban ditemukan di sekitar kebun kelapa milik warga, berjarak sekitar 2 kilometer dari lokasi tempatnya menginap.
Kasi Humas Polres Berau, AKP Suradi, mengatakan penyebab kematian korban hingga kini belum diketahui secara pasti.
Polisi telah melakukan visum terhadap jenazah untuk mengetahui penyebab kematian.
“Untuk penyebab kematian korban belum diketahui. Polisi juga sudah melakukan visum untuk mencari tahu penyebab pasti kematiannya,” ujar Suradi.
Dari informasi yang diterima kepolisian, sebelum meninggalkan tempat menginap, korban disebut tidak sempat makan atau sarapan.
Suradi menyebut kondisi tersebut, ditambah faktor kelelahan dan usia korban, menjadi salah satu dugaan yang mungkin berkaitan dengan kondisi korban. Namun, ia menegaskan hal tersebut masih sebatas dugaan.
“Mungkin faktor itu, karena kelelahan juga, ditambah faktor usia juga. Ini hanya dugaan saja. Untuk penyebab pasti masih dilakukan penyelidikan,” jelasnya.
