BERAU TERKINI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Berau mengebut perbaikan Jalan Poros Batu Rajang–Long Lamcin di Kecamatan Kelay tahun ini. 

Proyek difokuskan pada titik-titik krusial yang selama ini dikeluhkan warga, mulai dari jalan berlumpur hingga jembatan kayu yang rentan terputus saat banjir.

Melalui alokasi anggaran sebesar Rp20,4 miliar, proyek ini difokuskan untuk memperkuat konektivitas antar-kampung di wilayah Hulu Kelay.

Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, menjelaskan, pengerjaan tahun ini memprioritaskan koridor Long Duhung hingga Long Keluh menuju arah Sungai Duhung sebagai kelanjutan dari penanganan tahun sebelumnya.

WhatsApp Image 2026 08 29 at 16.15.35

“Pekerjaan tahun ini terfokus di area Long Duhung hingga Long Keluh menuju arah Sungai Duhung. Ini merupakan kelanjutan dari pekerjaan tahun lalu,” ujarnya.

Pekerjaan fisik meliputi pembukaan dan perbaikan badan jalan sepanjang 6,8 kilometer dengan lebar 6–8 meter menggunakan material tanah pilihan. 

Selain itu, DPUPR memasang gorong-gorong Armco di 4 titik serta mengganti jembatan log kayu yang kerap rusak akibat banjir dengan 3 unit Jembatan Bailey berbahan rangka baja yang masing-masing membentang 18 meter.

“Jembatan Bailey ini untuk menggantikan jembatan log kayu yang selama ini kerap terputus atau tergerus air ketika banjir,” katanya.

Sosialisasi penanganan infrastruktur ini telah digelar di Balai Pertemuan Kampung Long Duhung bersama jajaran Muspika, Camat Kelay, Kapolsek, hingga para kepala kampung dari Long Duhung, Long Lamcin, Long Pelay, dan Long Keluh.

Junaidi menegaskan, perbaikan ini merupakan wujud nyata kehadiran pemerintah dalam menyokong mobilitas warga dan memperlancar roda perekonomian di kawasan pedalaman.

“Dengan perbaikan ini, akses menuju Sungai Duhung dan kampung-kampung sekitarnya diharapkan jauh lebih lancar. Ini bentuk komitmen pemerintah hadir hingga wilayah pedalaman untuk meningkatkan akses sosial dan perekonomian masyarakat,” tegasnya.

Meski demikian, akses menuju kawasan hulu belum sepenuhnya terhubung penuh. 

DPUPR mencatat masih tersisa sekitar 30 kilometer jalur menuju Kampung Long Suluy yang belum tertangani secara optimal dan membutuhkan penganggaran secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya.

“Penanganan ini belum tuntas sampai ujung karena masih ada sekitar 30-an kilometer lagi menuju Long Suluy. Kami berharap program ini terus berlanjut secara bertahap pada tahun-tahun berikutnya sesuai kemampuan keuangan daerah,” pungkas Junaidi. (*)