BERAU TERKINI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Berau terus menjadi perhatian serius.

Data Disdamkarmat Berau menunjukkan, sejak Januari hingga Agustus 2026, tercatat sebanyak 107 kejadian karhutla di berbagai wilayah.

Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, mengatakan, kasus karhutla paling banyak terjadi pada Juli dan Agustus.

“Kecamatan Teluk Bayur menjadi salah satu wilayah dengan kejadian terbanyak, mencapai sekitar 26 kasus,” katanya, Minggu (23/8/2026).

Ia menyebut, dampak karhutla telah dirasakan hampir di seluruh wilayah Berau. Dari 13 kecamatan yang ada, sebanyak 12 kecamatan tercatat mengalami kejadian karhutla.

Salah satu lokasi dengan luasan terdampak cukup besar berada di kawasan Labanan.

Berdasarkan data sementara, sekitar 25 hektare lahan terdampak kebakaran, terutama di sekitar jalan poros dan kawasan Rinda, mulai Kilometer 9 hingga Kilometer 11.

Salah satu titik api karhutla Berau yang terpantau dari udara di Kecamatan Sambaliung, Jumat (21/8/2026). (BT)
Salah satu titik api karhutla Berau yang terpantau dari udara di Kecamatan Sambaliung, Jumat (21/8/2026). (BT)

Menghadapi tingginya kejadian karhutla, Damkarmat Berau mengandalkan 98 personel yang tersebar di 13 posko, dan satu posko induk di Mako Damkarmat.

Jumlah tersebut sudah termasuk personel yang bertugas di bagian administrasi. Namun, apabila kondisi membutuhkan penanganan di lapangan, seluruh personel dapat dikerahkan.

“Termasuk saya juga yang akan membantu penanganan dan pemadaman api,” katanya.

Untuk mendukung tugas tersebut, Damkar Berau memiliki 23 unit kendaraan pemadam yang terdiri atas water supply, slep on, dan fire dome.

Kendaraan berkapasitas sekitar 5.000 liter tersebut ditempatkan di sejumlah posko hingga Mako Induk.

Penanganan karhutla juga tidak dilakukan Damkarmat seorang diri.

Sejumlah unsur turut terlibat, mulai dari TNI, Polri, BPBD, KPHP, Manggala Agni, PMI, relawan kebakaran, Masyarakat Peduli Api, Redkar, ERG Berau Coal hingga masyarakat.

“Alhamdulillah, sudah banyak pihak yang terlibat. Karena penanganan karhutla ini memang membutuhkan kerja sama semua pihak,” jelasnya.

Medan Sulit hingga Keterbatasan Air

Rakhmadi mengungkapkan, penanganan karhutla di lapangan menghadapi sejumlah kendala. Salah satunya lokasi kebakaran yang sulit dijangkau karena medan dan jarak tempuh.

Kondisi semakin berat ketika sumber air terbatas. Ditambah cuaca panas dan angin kencang yang membuat api lebih cepat menyebar.

“Kendala di lapangan cukup banyak. Titik karhutla terkadang sulit dijangkau, kemudian sumber air juga terbatas. Saat kondisi sangat terik dan angin kencang, api cepat menyebar,” katanya.

Persoalan lainnya adalah, kondisi sejumlah peralatan yang sudah berusia cukup lama.

Dalam kondisi efisiensi anggaran, Disdamkarmat Berau juga menghadapi keterbatasan anggaran, terutama untuk kebutuhan BBM pengadaan, serta pemeliharaan peralatan.

“Dukungan terhadap sarana dan prasarana pemadaman, dinilai sangat dibutuhkan agar respons terhadap karhutla dapat dilakukan secara maksimal,” katanya.

Rakhmadi juga meminta perusahaan yang memiliki wilayah konsesi, HPH, maupun izin perkebunan untuk meningkatkan kewaspadaan.

Upaya pemadaman api karhutla Berau (Ist)
Upaya pemadaman api karhutla Berau (Ist)

Mengingat luas wilayah Berau, perusahaan dinilai memiliki peran penting dalam mendeteksi sekaligus menangani kebakaran sejak dini di wilayah kerjanya.

“Begitu ada titik api, perusahaan diharapkan segera mendeteksi dan mengejar titik tersebut. Kalau memang terjadi kebakaran, segera lakukan pemadaman,” tegasnya.

Tidak hanya perusahaan, masyarakat juga diminta aktif melaporkan apabila menemukan titik api. Peran RT, kepala kampung, hingga camat dinilai penting untuk mendorong penanganan awal sebelum api meluas.

“Kalau sudah tidak mampu ditangani, segera laporkan kepada kami agar bisa dilakukan penanganan lebih lanjut,” imbuhnya.

Dalam penanganannya, Disdamkarmat juga menemukan adanya indikasi sebagian kebakaran terjadi akibat pembakaran yang disengaja. Informasi tersebut telah disampaikan kepada aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.

Rakhmadi menyebut, aparat telah melakukan penyelidikan dan tidak menutup kemungkinan adanya pihak yang nantinya ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami juga mendapat informasi bahwa aparat telah melakukan penyelidikan,” ungkapnya.