BERAU TERKINI – Upaya mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu bersaing di era digital terus dilakukan. 

Kali ini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Berau (UMB) menggelar Pelatihan Digital Marketing melalui Platform E-Commerce bagi masyarakat dan pelaku UMKM di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar, Sabtu (22/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kapasitas pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pemasaran produk. 

Selain mendapatkan materi terkait pemasaran digital, peserta juga memperoleh layanan perizinan usaha melalui kolaborasi dengan Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau.

WhatsApp Image 2026 08 22 at 14.43.25

Sekretaris Diskoperindag Berau, Hasnawati, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN UMB yang turut mendukung pengembangan UMKM di kampung-kampung. 

Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital menjadi salah satu kunci bagi pelaku usaha untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.

“Di era digital saat ini, pelaku UMKM tidak cukup hanya mengandalkan pemasaran secara konvensional. Mereka harus mulai memanfaatkan platform digital dan e-commerce agar produknya dapat dikenal lebih luas, bahkan hingga ke luar daerah,” ujarnya.

Hasnawati menjelaskan, digital marketing memberikan peluang besar bagi UMKM untuk menjangkau konsumen tanpa batas wilayah. 

Namun, hal tersebut harus dibarengi dengan peningkatan kualitas produk, kemasan, dan legalitas usaha.

Karena itu, pihaknya turut menghadirkan layanan perizinan usaha dalam kegiatan tersebut agar masyarakat semakin mudah mengurus legalitas usahanya. 

Dengan legalitas yang lengkap, pelaku UMKM akan lebih mudah mengakses berbagai program pembinaan maupun bantuan pemerintah.

“Legalitas usaha sangat penting karena menjadi dasar bagi pelaku UMKM untuk berkembang. Dengan memiliki izin usaha, mereka dapat lebih mudah mendapatkan akses pembiayaan, pelatihan, hingga peluang kemitraan,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi kerakyatan.

“Kolaborasi seperti ini sangat positif. Kami berharap ilmu yang diberikan dapat diterapkan oleh pelaku UMKM, sehingga usaha mereka semakin berkembang, naik kelas, dan mampu bersaing di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat,” imbuhnya.

Melalui pelatihan tersebut, para pelaku UMKM di Kampung Buyung-Buyung diharapkan semakin siap memanfaatkan peluang ekonomi digital sekaligus meningkatkan nilai tambah produk lokal yang dimiliki. (*/Adv)