BERAU TERKINI – Meningkatnya dampak cuaca ekstrem El Nino yang memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Berau mulai berimbas pada aktivitas pendidikan. 

Dinas Pendidikan Berau menerbitkan surat edaran yang mengatur langkah antisipasi untuk melindungi kesehatan peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Kepala Disdik Berau, Mardiatul Idalisah, seluruh satuan pendidikan mulai dari TK/PAUD, SD/MI hingga SMP/MTs diminta menerapkan kebijakan selama kondisi cuaca ekstrem dan kabut asap masih terjadi.

Salah satu poin utama dalam edaran tersebut adalah kewajiban penggunaan masker bagi siswa, guru, kepala sekolah, dan tenaga kependidikan, baik saat berada di dalam maupun di luar ruang kelas.

Kabut asap masih menyelimuti Tanjung Redeb, Berau, dampak karhutla. (Aidil/BT)
Kabut asap masih menyelimuti Tanjung Redeb, Berau, dampak karhutla. (Aidil/BT)

Selain itu, sekolah juga diminta menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di luar ruangan.

Tak hanya itu, Disdik Berau juga mengimbau sekolah untuk meningkatkan perhatian terhadap kebutuhan cairan tubuh peserta didik.

Siswa dianjurkan membawa tumbler berisi air putih dari rumah dan memperbanyak konsumsi air selama berada di lingkungan sekolah.

Paparan suhu tinggi dan kualitas udara yang menurun berpotensi memicu gangguan kesehatan, seperti dehidrasi, iritasi saluran pernapasan, hingga penurunan konsentrasi belajar.

Kebijakan ini berlaku bagi seluruh sekolah di Kabupaten Berau dan diharapkan dapat dilaksanakan secara disiplin hingga kondisi cuaca dan kualitas udara kembali membaik.

Penerbitan surat edaran tersebut menjadi bentuk respons pemerintah daerah dalam menjaga keselamatan dan kesehatan peserta didik di tengah meningkatnya ancaman karhutla yang terjadi pada musim kemarau tahun ini. (*)