BERAU TERKINI – Pemkab Berau akan menggelar salat Istisqa dalam upaya berdoa dan berharap turun hujan di tengah musim kemarau.

Wilayah Berau mengalami dampak dari musim kemarau. Tak hanya cuaca yang lebih panas, ratusan titik panas atau hotspot juga terdeteksi di Berau.

Beberapa kasus karhutla pun mulai terjadi dan berdampak pada aktivitas masyarakat.

Kini Pemkab Berau terus berupaya untuk memadamkan titik api karhutla.

Langkah pencegahan dan mitigasi juga dilakukan agar kejadian karhutla bisa diminimalisir.

Selain itu, Pemkab Berau juga berharap dan berdoa agar hujan bisa segera turun di tengah kemarau panjang dan meluasnya Karhutla.

Proses pemadaman yang dilakukam tim TRC Penanggulangan Bencana BPBD Berau saat menjinakkan Karhutla (Ist)
Proses pemadaman yang dilakukam tim TRC Penanggulangan Bencana BPBD Berau saat menjinakkan Karhutla (Ist)

Dalam surat undangan No 400/273/Kesra/VIII/2026 tertanggal 18 Agustus 2026, Bupati Berau mengundang tamu undangan untuk hadir dalam acara salat Istisqa.

Salat Istisqa sendiri merupakan ibadah yang dilakukan oleh umat Muslim dengan tujuan berharap akan turun hujan turun.

Adapun Salat Istisqa akan digelar pada Rabu (19/8/2026) esok pukul 08:00 WITA di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah, Tanjung Redeb.

“Salam Silahturahim kami sampaikam, teriring do’a semoga kita semua dalam menjalankan aktivitas sehari-hari senantiasa se;a;u da; am lindungan dan Hidayah dari Allah SWT. Aamiin YRA,” tulis surat tersebut.

“Dalam rangka pelaksanaan Sholat Istisqa, dengan ini kami mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu / Sdr (i) yang Insya Allah akan dilaksanakan pada Hari/Tgl Rabu, 19 Agustus 2026, Jam 08.00 Wita Tempat Halaman Masjid Agung Baitul Hikmah,” jelasnya.

Dalam agenda Salat Istisqa itu bertugas sebagai khotib Al-Habib M. Jamaluddin Fahmi Bin Abdurahman Al-Jufri.