BERAU TERKINI – Pesan menjaga lingkungan dan ekosistem laut di perairan Berau disuarakan oleh Berau Divers dalam rangka HUT RI.

Sejumlah aksi dilakukan komunitas Berau Divers dalam menyambut HUT ke-81 RI.

Seperti halnya aksi mengibarkan bendera merah putih di dalam laut di perairan Pulau Maratua, Berau.

Selain itu, komunitas Berau Divers bersama stakeholder dan generasi muda Berau juga melaksanakan upaya konservasi dengan melakukan transplantasi terumbu karang.

Ketua Panitia Pelaksana Agus mengatakan, aksi tersebut dilakukan sebagai upaya mengingat kembali gerakan menjaga lingkungan laut di Berau.

“Kami bersama teman-teman Berau Divers melakukan kegiatan tersebut bersamaan dengan pengibaran bendera,” kata Agus.

“Tujuan kami adalah bagaimana mengembalikan ekosistem laut di kawasan Maratua dan sekitarnya agar menjadi lebih asri dan lebih baik sehingga dapat dinikmati oleh wisatawan lokal, domestik maupun mancanegara,” ujarnya.

Seekor penyu mati diduga menjadi korban perburuan telur penyu (Ist)
Seekor penyu mati diduga menjadi korban perburuan telur penyu (Ist)

Pihak Berau Divers juga mengingatkan berbagai kasus pelanggaran ekosistem laut yang terjadi di Berau dalam beberapa waktu terakhir.

Sebut saja aksi perburuan telur penyu, penangkapan ikan hiu ilegal hingga pengrusakan terumbu karang akibat aksi kapal pesiar jenis kapal LOB yang terjadi di perairan Pulau Maratua.

Menurutnya, upaya untuk menjaga lingkungan harus diperkuat di tengah berbagai upaya pengrusakan ekosistem laut yang berlangsung secara masif.

Kapal Mewah jenis LOB atau Yacht dilaporkan kandas di perairan Pulau Maratua Berau (Ist)
Kapal Mewah jenis LOB atau Yacht dilaporkan kandas di perairan Pulau Maratua Berau (Ist)

“Kami juga berharap agar apa yang telah dilakukan tidak dirusak oleh kegiatan-kegiatan ilegal seperti yang terjadi di beberapa daerah,” ujarnya.

“Berau Divers juga mengecam segala bentuk praktik eksploitasi maupun tindakan yang dapat menyakiti satwa laut, terutama terhadap spesies yang rentan dan perlu dijaga seperti penyu,” lanjutnya.

“Keindahan dan keunikan satwa laut semestinya menjadi alasan untuk memberikan perlindungan, bukan menjadikannya objek eksploitasi,” jelasnya.