BERAU TERKINI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau mencatat sebanyak 923 titik panas (hotspot) tersebar di wilayah Kabupaten Berau sepanjang periode pengamatan terbaru.

Kecamatan Segah dan Pulau Derawan menjadi dua wilayah yang paling menyita perhatian akibat konsentrasi titik panas yang tinggi secara berturut-turut. 

Di Kecamatan Segah, tren hotspot terus memuncak dari 22 titik pada 3 Agustus hingga melonjak drastis mencapai 65 titik pada 8 Agustus. 

Sementara di Pulau Derawan, hotspot sempat memuncak hingga 55 titik pada 2 Agustus dan 40 titik pada 9 Agustus. Adapun Kecamatan Kelay turut mencatatkan 31 titik pada 5 Agustus.

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi (Adrikni/BT)
Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi (Adrikni/BT)

Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menjelaskan, maraknya hotspot dipicu oleh atmosfer kering akibat minimnya curah hujan, tingginya suhu maksimum harian, serta pergerakan angin.

“Pergerakan angin juga berpotensi meningkatkan kemunculan titik hotspot di wilayah Berau,” ungkap Ade kepada Berauterkini, Selasa (11/8/2026).

Mengingat potensi hujan yang masih sangat rendah dan lapisan permukaan tanah yang makin mudah terbakar, BMKG meminta seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memperketat pengawasan, khususnya di wilayah rawan.

“Tidak melakukan pembakaran lahan atau aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran,” imbau Ade.

Masyarakat juga diminta segera melapor ke pihak berwenang jika menemukan indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta aktif memantau pembaruan cuaca resmi.

“BMKG akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca, curah hujan, dan hotspot di wilayah Kabupaten Berau serta menyampaikan informasi terkini kepada masyarakat,” tandasnya. (*)