BERAU TERKINI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Berau merilis hasil pemantauan dinamika atmosfer dan titik panas (hotspot) periode 1–9 Agustus 2026.
Hasil analisis menunjukkan kondisi cuaca di Kabupaten Berau didominasi cuaca kering ekstrem yang dipicu oleh fenomena El Nino kategori kuat.
Kepala BMKG Berau, Ade Heryadi, menjelaskan, indeks El Nino–Southern Oscillation (ENSO) pada area Nino 3.4 saat ini berada di angka +1,94 hingga 2,02.
“ENSO Index nino 3.4 memiliki nilai +1.94 s.d 2.02 atau El Nino pada kategori kuat,” ujar Ade saat dikonfirmasi Berauterkini, Senin (10/8/2026).

Meski begitu, fenomena ini tidak mendukung pembentukan awan konvektif penghasil hujan di wilayah Berau.
“Kondisi tersebut tidak mendukung pertumbuhan awan konvektif di wilayah Berau,” ungkapnya.
Dampaknya, kondisi meteorologis Berau sangat minim curah hujan. Sepanjang 1–9 Agustus, hujan praktis hanya turun sekali pada 2 Agustus dengan intensitas 15,5 mm, selebihnya tercatat 0 mm.
Minimnya presipitasi ini dibarengi lonjakan suhu maksimum harian yang berkisar 34,7-36,2 derajat Celsius.
“Suhu maksimum tertinggi sebesar 36,2 derajat tercatat pada 4 Agustus 2026,” tutur Ade.
Menanggapi cuaca terik dan vegetasi yang kian mengering, BMKG mengimbau seluruh masyarakat serta pihak terkait untuk meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
“Tidak melakukan pembakaran lahan atau aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran,” pungkasnya. (*)
