BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD sebagai upaya memperkuat sinergi dalam meningkatkan kualitas layanan Pendidikan Anak Usia Dini.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini menjadi forum menyamakan persepsi, evaluasi program, sekaligus penyusunan langkah strategis dalam penyelenggaraan PAUD di seluruh wilayah Berau.
Bupati Berau sekaligus Bunda PAUD Kabupaten Berau, Sri Juniarsih, mengapresiasi seluruh Bunda PAUD di tingkat kecamatan, kelurahan, dan kampung yang terus berkomitmen mendukung penyelenggaraan pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, investasi terbaik bagi daerah dimulai sejak anak berada pada usia dini.
Masa tersebut merupakan golden age yang menjadi fondasi pembentukan karakter, kecerdasan, kreativitas, hingga kemandirian anak.

“PAUD tidak boleh dipandang hanya sebagai tempat bermain atau penitipan anak, tetapi menjadi fondasi utama dalam menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya, Rabu (5/8/2026).
Sri Juniarsih menegaskan, pendidikan anak usia dini juga merupakan bagian dari pemenuhan hak dasar anak.
Selain memperoleh layanan pendidikan, anak juga harus mendapatkan akses kesehatan, gizi, perlindungan, sanitasi yang layak, serta administrasi kependudukan yang terintegrasi.
Karena itu, ia mendorong seluruh pemangku kepentingan memperkuat pendekatan PAUD Holistik Integratif, yakni layanan yang tidak hanya berfokus pada pendidikan.
Namun juga mencakup aspek kesehatan, pengasuhan, perlindungan, kesejahteraan, dan administrasi kependudukan.
Ia juga menyatakan dukungan terhadap kebijakan Pemerintah Pusat mengenai Wajib Belajar 13 Tahun yang mencakup satu tahun pendidikan prasekolah sebelum memasuki sekolah dasar.
“Kami mengajak seluruh Bunda PAUD menjadi motor penggerak dalam menyukseskan kebijakan ini dengan mengedukasi masyarakat agar seluruh anak usia 4-6 tahun memperoleh akses layanan PAUD yang berkualitas,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Berau, Mardiatul Idalisah, menjelaskan, rakor tersebut merupakan agenda rutin yang bertujuan menyatukan pemahaman seluruh pengurus Bunda PAUD dan instansi terkait mengenai arah pelayanan pendidikan anak usia dini.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi langkah memperkuat koordinasi strategis antara Bunda PAUD tingkat kabupaten dan kecamatan agar pelaksanaan program berjalan selaras.
“Melalui rakor ini kami menyamakan persepsi, memperkuat kerja sama, sekaligus menyusun program kerja yang nantinya menjadi pedoman pelaksanaan kegiatan Bunda PAUD baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, implementasi pendidikan anak usia dini merupakan bagian dari pelaksanaan Sistem Pendidikan Nasional yang menitikberatkan pada pembentukan karakter dan kesiapan anak sebelum memasuki jenjang pendidikan dasar.
Rakor Bunda PAUD Berau 2026 diharapkan menghasilkan berbagai inovasi dan komitmen bersama untuk memperluas layanan PAUD yang inklusif, holistik, dan berkualitas.
Sehingga seluruh anak di Berau memperoleh kesempatan yang sama untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. (*)
