BERAU TERKINI – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Berau merilis Berita Resmi Statistik (BRS) Indeks Harga Konsumen (IHK) Juli 2026.

Hasilnya, Berau mencatatkan inflasi tahunan (yoy) sebesar 2,88 persen dengan IHK 111,78, serta mengalami deflasi bulanan (mtm) sebesar -0,18 persen.

Deflasi secara bulanan terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami penurunan harga dengan inflasi -0,81 persen dan andil deflasi sebesar -0,26 persen.

Komoditas utama penekan inflasi bulanan tersebut di antaranya tomat (-0,14 persen) dan bawang merah (-0,13 persen).

Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin. (Adrikni/BT)
Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin. (Adrikni/BT)

Kepala BPS Berau, Yudi Wahyudin, menjelaskan, penurunan harga tomat dipicu melimpahnya hasil panen petani lokal serta distribusi yang berjalan lancar.

“Ketersediaan tomat di pasar melimpah dan akhirnya pasokannya berlebih. Selain itu, distribusi yang relatif lancar turut mendukung terjaganya pasokan tomat di pasaran selama periode tersebut,” terang Yudi dalam keterangan resminya, Senin (3/8/2026).

Kondisi serupa terjadi pada komoditas bawang merah yang memasuki musim panen raya di daerah sentra produksi.

“Ketersediaan bawang merah yang mencukupi di pasar menyebabkan pasokan melebihi permintaan sehingga harga di tingkat konsumen menurun,” jelasnya.

Sementara itu untuk inflasi tahunan (yoy) sebesar 2,88 persen, penopang utamanya berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau (inflasi 4,21 persen; andil 1,27 persen), kelompok transportasi (inflasi 5,57 persen; andil 0,72 persen), serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (inflasi 7,86 persen; andil 0,57 persen).

Adapun sepuluh komoditas utama pendorong inflasi tahunan di Berau meliputi emas perhiasan (andil 0,54 persen), bensin (0,40 persen), ikan layang (0,36 persen), sigaret kretek mesin (0,20 persen), beras (0,18 persen), ikan tongkol (0,15 persen), angkutan udara (0,14 persen), minyak goreng (0,13 persen), ikan bandeng (0,10 persen), dan nasi dengan lauk (0,10 persen). (*)