BERAU TERKINI – Kepulauan Derawan di Kabupaten Berau telah lama dikenal luas sebagai salah satu lokasi terbaik di Indonesia untuk berenang dan berinteraksi langsung dengan hiu paus (whale shark).
Namun, di balik daya tarik wisata bahari yang menakjubkan tersebut, terdapat sejumlah aturan ketat dan fakta menarik yang wajib dipahami oleh setiap wisatawan.
Lokasi untuk menjumpai mamalia pemakan plankton ini tergolong sangat mudah dijangkau.
Wisatawan hanya memerlukan waktu perjalanan sekitar 15 hingga 20 menit menggunakan perahu cepat (speedboat) dari Pulau Derawan.

Waktu terbaik untuk menyaksikan kawanan hiu paus ini adalah pada pagi hari, saat mereka biasanya naik ke dekat permukaan air untuk mencari makan.
Kehadiran hiu paus di perairan Derawan bukanlah suatu kebetulan.
Laut di kawasan ini sangat kaya akan konsentrasi plankton yang menjadi makanan utama mereka.

Meski memiliki ukuran tubuh yang sangat besar, hiu paus merupakan spesies yang sangat jinak dan tidak berbahaya bagi manusia.
Uniknya lagi, setiap individu hiu paus memiliki pola bintik-bintik putih di tubuhnya yang berbeda satu sama lain—mirip seperti fungsi sidik jari pada manusia—sehingga peneliti dan pemandu wisata dapat mengenali identitas mereka satu per satu.

Kendati aman diajak berenang bersama, demi kelestarian habitat dan keselamatan biota laut langka ini, Pemerintah Daerah bersama pengelola wisata memberlakukan Standard Operating Procedure (SOP) ketat yang wajib dipatuhi wisatawan.
Pertama dilarang menyentuh hiu paus secara disengaja dan langsung. Lalu menjaga jarak aman minimal 10 meter dan tidak menggunakan lotion dan sunscreen saat berenang.
Dengan memahami dan mematuhi seluruh panduan keselamatan ini, wisatawan tidak hanya ikut melindungi keberadaan hiu paus dari ancaman kepunahan, tetapi juga memastikan keindahan alam bawah laut Kepulauan Derawan tetap terawat dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang. (M/BT/SLZ)
