BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau terus mempercepat pengembangan sektor pertanian melalui Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) yang menjadi salah satu program strategis Kementerian Pertanian.
Pada 2025, Kabupaten Berau mendapat alokasi pembukaan sawah baru seluas 425 hektare sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan dan mendukung target swasembada pangan nasional.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Berau, Lita Handini, mengatakan, program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Kodim 0902/Berau.
Dari total alokasi 425 hektare, salah satu lokasi pengembangannya berada di Kampung Melati Jaya seluas 111 hektare.
“Hari ini kami melaksanakan gerakan tanam perdana di lahan seluas dua hektare sebagai awal pemanfaatan kawasan cetak sawah di Kampung Melati Jaya,” ujarnya kepada Berauterkini, Jumat (31/7/2026).

Menurut Lita, setiap hektare lahan diperkirakan mampu menghasilkan sekitar dua ton gabah.
Produksi tersebut diharapkan dapat menambah cadangan beras Kabupaten Berau sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah.
Selain pembukaan lahan baru, pemerintah pusat juga telah menyalurkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada sejumlah kampung guna meningkatkan produktivitas petani.
Pemerintah Kabupaten Berau berharap dukungan dari pemerintah pusat maupun melalui APBD terus berlanjut agar program ketahanan pangan dapat berjalan secara optimal.
“Kami berharap dukungan anggaran, baik dari APBD maupun pemerintah pusat, terus diberikan untuk mendukung program ketahanan pangan yang menjadi prioritas nasional sekaligus program strategis Pemerintah Kabupaten Berau,” katanya.
Lita menambahkan, dari total alokasi 425 hektare tersebut, 209 hektare berada di Kampung Buyung-Buyung.
“Hingga saat ini, sekitar 50 hektare telah tertanam dan hari ini kami melaksanakan panen perdana secara simbolis di lahan seluas lima hektare. Kami berharap keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kelompok tani di kampung lain untuk segera mengoptimalkan lahan CSR,” ungkapnya.
Meski hasil panen pada musim tanam pertama belum maksimal karena lahan masih berada dalam tahap adaptasi, Lita optimistis produktivitas akan terus meningkat pada musim tanam berikutnya.
“Ya sambil perbaikan kondisi lahan dan pendampingan kepada petani. Kami optimistis hasil panen akan semakin baik. Program ini tidak hanya menambah luas baku sawah di Berau, tapi juga jadi langkah mewujudkan swasembada pangan di daerah,” pungkasnya. (*)
