BERAU TERKINI – Antusias terlihat dari para pengurus gereja menyambut langkah 34 Orang Muda Katolik asal Amerika Serikat yang tergabung dalam FOCUS Mission Trip (Fellowship of Catholic University Students) saat tiba di Paroki Santo Eugenius De Mazenod, Tanjung Redeb, Kabupaten Berau.

Kedatangan mereka tidak hanya bertamu, tetapi sebagai saudara seiman yang ingin berjalan bersama umat dalam semangat persaudaraan, pelayanan, dan pewartaan Injil.

Semangat itulah yang mereka bawa ke Berau selama lima hari, yakni pada 23-27 Juli 2026.

FOCUS Mission Trip merupakan gerakan misioner Katolik yang mengutus kaum muda untuk membentuk murid-murid Kristus melalui persahabatan, doa, pelayanan, dan pembinaan iman.

WhatsApp Image 2026 07 29 at 19.33.21

Kedatangan rombongan pada Kamis (23/7/2026) disambut meriah oleh Orang Muda Katolik (OMK) Paroki Edema melalui tarian khas Berau yang menggambarkan kekayaan budaya Bumi Batiwakkal. 

Sambutan dilanjutkan perwakilan Kepemudaan Paroki,  Elton Wada, yang mengajak seluruh umat menjadikan kunjungan ini sebagai kesempatan untuk belajar menjadi gereja yang semakin terbuka dan misioner.

Pastor Kepala Paroki, RP Stefanus Tri Supriationo MSC,  menegaskan, kehadiran Tim FOCUS bukan hanya sebuah kunjungan persahabatan, melainkan kesempatan berharga untuk saling memperkaya pengalaman iman.

“Gereja bertumbuh ketika umat saling berbagi kehidupan dan saling menguatkan dalam iman. Semoga perjumpaan ini menjadi berkat bagi Tim FOCUS maupun seluruh umat Paroki Santo Eugenius De Mazenod,” ungkapnya.

Para peserta memilih hidup sederhana bersama keluarga-keluarga umat melalui program live-in yang tersebar di 17 lingkungan Paroki Santo Eugenius De Mazenod.

Dalam pertemuan di meja makan keluarga, pertemuan itu lebih dari sekadar pertukaran budaya.

Ruang tamu yang sederhana hingga percakapan hangat setelah Misa terjalin kisah-kisah kehidupan yang memperlihatkan wajah gereja yang hidup, yaitu gereja yang menerima, mendengarkan, dan saling menguatkan.

WhatsApp Image 2026 07 29 at 19.33.21 3

Hari berikutnya diawali dengan doa pagi, Perayaan Ekaristi, pendampingan Orang Muda Katolik, sharing iman, pentas seni budaya, malam api unggun, aksi penghijauan di kawasan Pemakaman Katolik Vita Aeterna, hingga kegiatan bersama anak-anak SEKAMI.

Setiap kegiatan tidak hanya menghadirkan kegembiraan, tetapi juga selalu mengingatkan bahwa menumbuhkan kesadaran iman selalu diwujudkan melalui pelayanan dan kepedulian terhadap sesama.

Tinggal bersama keluarga-keluarga umat di 17 lingkungan membuka ruang untuk berbagi cerita, doa, suka, dan duka kehidupan menimbulkan pengalaman yang paling membekas justru lahir dari hal-hal sederhana selama program live-in.

Ketua rombongan Tim FOCUS, Emily Catherine Romero, menumpahkan rasa harunya ketika mengungkapkan pengalaman tersebut.

Ia mengucapkan terima kasih karena kehangatan yang diterima selama ia berada di Berau.

“Kami sangat berterima kasih kepada komunitas di Berau. Semua umat menunjukkan begitu banyak kasih sayang kepada kami. Kesempatan untuk berbagi kehidupan dan iman bersama keluarga-keluarga di sini akan mengubah hidup kami selamanya. Kami pulang dengan hati yang penuh syukur dan membawa inspirasi yang akan terus kami kenang,” terangnya.

Kesan mendalam juga disampaikan Pastor Riyan CJD, Pimpinan Komunitas Canonici Regulares A Jesu Domino (CJD).

Menurutnya, keterlibatan Orang Muda Katolik Berau menjadi bukti kaum muda mampu menjadi penggerak kehidupan gereja.

“Orang Muda Katolik sungguh bekerja dengan luar biasa. Semoga kunjungan ini menjadi api yang terus menyala, membangkitkan semangat kaum muda untuk semakin mencintai Gereja, setia pada iman, dan berani menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat,” ujarnya.

WhatsApp Image 2026 07 29 at 19.33.23

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dalam malam persaudaraan, umat dari berbagai lingkungan berkumpul menikmati makan malam bersama, diiringi penampilan seni, lagu-lagu persaudaraan, serta tarian yang menyatukan seluruh peserta.

Pada Senin (27/7/2026), Tim FOCUS meninggalkan Berau menuju Jakarta sebelum akhirnya kembali ke Amerika Serikat.

Mereka membawa pengalaman tentang gereja yang hidup di tengah umat sederhana, yang menyambut dengan tangan terbuka dan hati yang penuh kasih.

Umat Paroki Santo Eugenius De Mazenod pun menerima  pengalaman yang tak kalah berharga, yaitu semangat misioner, keberanian untuk bersaksi, serta keyakinan bahwa gereja akan terus bertumbuh ketika setiap orang berani membuka hati bagi sesama.

“Karena pada akhirnya, misi bukan tentang pergi ke tempat yang jauh, melainkan tentang menghadirkan kasih Kristus kepada siapa pun yang kita jumpai,” tutupnya. (*/Adv)