BERAU TERKINI – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Berau terus memperluas upaya pemberdayaan pelaku usaha hingga ke wilayah kampung.

Salah satunya melalui kegiatan Pelatihan Tata Boga yang digelar di Pendopo Kecamatan Tabalar selama tiga hari, 27-29 Juli 2026.

Pelatihan tersebut diikuti sebanyak 25 peserta yang merupakan perwakilan dari enam kampung di Kecamatan Tabalar, yakni Kampung Tubaan, Tabalar Ulu, Tabalar Muara, Semurut, Buyung-Buyung, dan Harapan Maju. 

Masing-masing kampung mengirimkan sekitar empat hingga lima peserta.

Kepala Bidang Koperasi dan UMKM Diskoperindag Berau, Wahid Hasyim, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tabalar.

WhatsApp Image 2026 07 28 at 10.37.19 2

“Pelatihan ini merupakan realisasi hasil Musrenbang Kecamatan Tabalar yang dianggarkan melalui Program Pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah, khususnya pada sub kegiatan pemberdayaan kelembagaan, potensi, dan pengembangan usaha mikro Tahun Anggaran 2026,” ujarnya kepada Berauterkini, Selasa (28/7/2026).

Pelatihan tidak hanya bertujuan memberikan pengetahuan dasar mengenai tata boga, tetapi juga membekali masyarakat dengan keterampilan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

“Kami ingin masyarakat memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan untuk membuka atau mengembangkan usaha. Dengan begitu, pelatihan ini tidak berhenti pada peningkatan kemampuan, tetapi juga mampu mendorong lahirnya pelaku UMKM baru yang mandiri,” katanya.

Ia menegaskan, Diskoperindag Berau berkomitmen menghadirkan program pemberdayaan secara merata hingga ke pelosok daerah.

“Pelayanan dan pemberdayaan UMKM bukan cuma terpusat di perkotaan. Kami ingin masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Berau dapat merasakan manfaat program pemerintah,” jelasnya.

Ia berharap, ilmu yang diperoleh peserta selama pelatihan dapat diterapkan dan dikembangkan menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus menggerakkan roda perekonomian di tingkat kampung.

“Harapan kami, setelah pelatihan ini peserta tidak hanya memiliki kemampuan membuat produk olahan, tetapi juga termotivasi untuk berwirausaha,” pungkasnya. (*/Adv)