BERAU TERKINI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau memastikan program pengaspalan jalan rusak di wilayah perkotaan Tanjung Redeb terus berlanjut.
Setelah pengerjaan di Jalan Mangga III rampung, alat berat akan langsung digeser secara beruntun ke beberapa titik jalan lainnya.
Kepala Bidang Preservasi Jalan dan Jembatan DPUPR Berau, Junaidi, memaparkan empat ruas jalan kota yang menjadi sasaran berikutnya.
Proyek ini akan menyasar Jalan Manunggal sepanjang 153 meter, kelanjutan Jalan Murjani III sepanjang 870 meter, spot rusak di Jalan H Isa II, hingga Jalan Pulau Derawan sepanjang 350 meter mulai dari pertigaan Jalan RA Kartini melewati Masjid Rayatul Ikhlas.
Khusus untuk Jalan H Isa II, DPUPR Berau mendeteksi adanya kerusakan struktural yang cukup dalam pada beberapa titik badan jalan, sehingga memerlukan penanganan khusus.

“Jadi kan dilihat dulu apakah itu sampai fondasi kerusakannya. Kalau sampai fondasi, kita perbaiki setelah ditangani, dicor, diaspal, di-overlay juga rencana itu sekitar 150 meter kiri 150 meter kanan dua sisi,” jelas Junaidi kepada Berauterkini, Selasa (14/7/2026).
Junaidi menegaskan, pengerjaan di lapangan akan diupayakan berjalan tanpa jeda lama agar mobilisasi alat berat berjalan efektif.
Begitu pengerjaan di satu titik selesai, tim hanya membutuhkan waktu transisi sekitar 2-3 hari untuk berpindah ke lokasi terdekat berikutnya.
“Langsung, selesai satu tempat lanjut ke tempat lainnya. Jadi pelaksanaannya kontinuitas,” tegasnya.
Jika kondisi cuaca bersahabat serta kesiapan teknis peralatan pendukung berjalan optimal tanpa kendala berarti, Junaidi optimis seluruh paket perbaikan di lima lokasi ini dapat tuntas bulan depan.
“Ya mudah-mudahan lancar, kalau secara schedule sih paling-paling lambat di Agustus lah Mungkin bisa selesai,” tambah Junaidi.
Terkait pengerjaan di Jalan Pulau Derawan yang selama ini padat oleh aktivitas parkir kendaraan dan lapak pedagang tepian, pihaknya akan berkoordinasi dengan kelurahan serta RT setempat menjelang hari pelaksanaan pengaspalan.
Junaidi pun meminta kerja sama dan pengertian dari warga sekitar serta pengguna jalan atas potensi hambatan lalu lintas yang akan terjadi selama proses konstruksi.
“Mohon masyarakat memaklumi sementara pekerjaan ini ada lalu lintas yang terhambat sementara untuk masyarakat,” harapnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, penentuan prioritas perbaikan jalan ini murni didasarkan pada hasil pengamatan tingkat kerusakan di lapangan serta penyesuaian terhadap anggaran daerah yang tersedia.
“Sebenarnya kita berharap lebih banyak penanganan itu, cuma ketersediaan anggaran kita maksimalkan anggaran yang ada ini jadi yang parah-parah dulu,” pungkas Junaidi. (*)
