BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau memastikan peluang untuk mendapatkan stimulan infrastruktur usaha terbuka lebar bagi seluruh pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di Bumi Batiwakkal.
Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau menegaskan tidak ada sistem tebang pilih ataupun pembatasan bagi kelompok usaha yang ingin berkembang, asalkan memenuhi kriteria regulasi daerah.
Komitmen ini digulirkan guna menggenjot kapasitas produksi sekaligus mendongkrak daya saing produk lokal agar mampu berbicara banyak di pasar regional maupun nasional.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menjelaskan, skema penyaluran bantuan keuangan maupun barang operasional tidak dilakukan secara serampangan.
Namun, mengacu pada Peraturan Bupati Berau Nomor 37 yang mengatur tata cara belanja hibah dan bantuan sosial bersumber dari APBD.
Tahapan alur pengajuan dimulai dari penyusunan dan penyerahan proposal resmi kelompok ke Kantor Diskoperindag Berau.
Proposal tersebut wajib merinci profil usaha, jenis produk, kendala operasional, serta daftar spesifik peralatan kerja yang dibutuhkan.
Setelah berkas dinyatakan lengkap secara administrasi, tim teknis Diskoperindag akan melakukan verifikasi lapangan dengan meninjau langsung lokasi produksi.
Langkah ini wajib dilakukan demi memastikan bantuan yang disalurkan benar-benar akurat sesuai kebutuhan riil di tempat usaha, bukan sekadar perkiraan di atas kertas.
Pasca-penyaluran hibah, Diskoperindag menerapkan sistem pengawasan ketat berupa rapor tiga bulanan.
Petugas akan kembali melakukan monitoring berkala guna mengecek apakah alat tersebut benar-benar dipakai untuk menaikkan omzet atau justru mangkrak.
“Semua kelompok usaha memiliki kesempatan yang sama. Silakan mengajukan proposal. Syarat utamanya, pelaku usaha harus tergabung dalam kelompok usaha yang aktif. Ketentuan ini kami terapkan agar program pembinaan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” tegas Eva, Jumat (19/6/2026).
Arah kebijakan Diskoperindag Berau kini digeser pada penciptaan nilai tambah (value-added), standarisasi mutu kemasan, kelayakan higienitas, hingga branding yang berkelanjutan.
Langkah hilirisasi produk kerajinan dan kuliner ini mendapat dukungan penuh dari tingkat eksekutif.
Sekretaris Kabupaten Berau, Muhammad Said, menyebutkan, penguatan kluster IKM dan UMKM merupakan bagian dari strategi jangka panjang daerah.
Terlebih lagi, Kabupaten Berau saat ini tengah diproyeksikan menjadi salah satu daerah mitra penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) dari sektor industri pariwisata ekologis dan ekonomi kreatif.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemkab Berau kini mulai membangun infrastruktur penunjang seperti kawasan UMKM terpadu, pusat kreativitas, hingga perluasan akses permodalan.
“Kami ingin potensi ekonomi kreatif di Berau terus tumbuh subur. Sinergi antara pemda, Dekranasda, dan dunia usaha terus diperkuat agar masyarakat bangga membeli dan menggunakan produk asli Bumi Batiwakkal. Ini adalah pilar utama kita membangun ekonomi daerah yang kuat dan mandiri,” pungkas Said. (*/Adv)
