BERAU TERKINI – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau tengah mempersiapkan langkah besar untuk mendorong Festival Bekudung Betiung menembus panggung nasional.
Festival budaya tahunan asal Kampung Tumbit Dayak, Kecamatan Sambaliung, ini ditargetkan mampu lolos dalam kurasi kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata.
Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, menyatakan, berdasarkan hasil penilaian internal, festival tersebut telah memenuhi semua ketentuan kelayakan standar nasional.
Pihaknya pun optimistis warisan budaya Dayak Ga’ai ini mampu bersaing dengan destinasi lain di Indonesia.
“Setelah kami nilai, ternyata festival ini bisa masuk seperti apa yang disampaikan Pak Wabup tadi, yaitu Kharisma Event Nusantara. Saya sudah pelajari semua persyaratannya dan insya Allah ini terpenuhi,” ujarnya, Jumat (26/6/2026).

Guna menindaklanjuti arahan Wakil Bupati Gamalis, Disbudpar Berau bergerak cepat mengumpulkan data-data penting pasca-acara.
Dokumen pendukung yang wajib disiapkan meliputi laporan tertulis, dokumentasi, jumlah stan, total perputaran omzet UMKM, hingga angka kunjungan wisatawan yang menyaksikan perlombaan khas, seperti balap perahu, panjat piruwai, dan menyumpit.
Seluruh data fisik tersebut menjadi syarat krusial karena proses pendaftaran dilakukan secara daring.
Disbudpar akan mengawal ketat kelengkapan administrasi ini sebelum batas akhir pengunggahan dokumen pada awal Agustus nanti.
“Pendaftaran KEN dibuka sampai 2 Agustus mendatang untuk pelaksanaan tahun depan. Anggaran stimulus sebesar 40 jutaan juga sudah kami siapkan untuk mendukung kegiatan ini. Kami benar-benar akan memonitor dan mengevaluasi agar dokumennya lengkap,” jelas Yudha.
Yudha tidak menampik persaingan menuju KEN sangat ketat karena harus berkompetisi dengan lebih dari 400 kabupaten/kota se-Indonesia.
Sejauh ini, Kalimantan Timur baru menyumbang tiga festival yang berhasil lolos masuk ke dalam kalender nasional tersebut.
Untuk memperbesar peluang lolos, Disbudpar Berau berencana menggandeng konsultan pendamping.
Jika Festival Bekudung Betiung berhasil dikurasi menjadi agenda nasional, Kemenpar akan mengucurkan bantuan berupa stimulus anggaran serta dukungan promosi skala luas dari pusat.
Yudha berharap capaian ini nantinya bisa memotivasi kampung-kampung lain di Berau untuk tetap konsisten melestarikan budaya lokal agar tidak tergerus zaman.
“Kalau sudah lolos KEN, insya Allah Kemenpar juga akan menjadikan ini sebagai agenda nasional. Bantuan dari pusat pun dipastikan akan datang ke Berau,” pungkasnya. (*)
