BERAU TERKINI – Berikut ini doa dan amalan yang bisa dilakukan pada Tahun Baru Islam 1 Muharram.
Umat muslim di Indonesia akan merayakan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah pada Selasa (16/6/2026).
Dalam menyambut tahun baru, umat muslim disarankan untuk memperbanyak ibadah kepada Allah SWT.
Terdapat sejumlah doa dan amalan yang disunnahkan untuk dilakukan untuk menyambut Tahun Baru Islam.
Dihimpun Berauterkini.co.id, berikut ini doa dan amalan menyambut 1 Muharram:

Doa Awal Tahun
Allahumma antal abadiyyul qadimul awwal. Wa ‘ala fadhlikal ‘azhimi wa karimi judikal mu’awwal.
Hadza ‘amun jadidun qad aqbal. As’alukal ‘ishmata fîhi minas syaithani wa auliya’ih, wal ‘auna ‘ala hadzihin nafsil ammarati bis su’I, wal isytighala bima yuqarribuni ilaika zulfa, ya dzal jalali wal ikram.
Artinya:
Tuhanku, Kau yang Abadi, Qadim, dan Awal. Atas karunia-Mu yang besar dan kemurahan-Mu yang mulia, Kau menjadi pintu harapan. Tahun baru ini sudah tiba. Aku berlindung kepada-Mu dari bujukan Iblis dan para walinya di tahun ini. Aku pun mengharap pertolongan-Mu dalam mengatasi nafsu yang kerap mendorongku berlaku jahat. Kepada-Mu, aku memohon bimbingan agar aktivitas keseharian mendekatkanku pada rahmat-Mu. Wahai Tuhan Pemilik Kebesaran dan Kemuliaan.
Amalan Tahun Baru Islam
Adapun sejumlah amalan yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan puasa awal Tahun. Selain itu umat muslim juga bisa melakukan puasa pada tanggal 10 Muharram atau hari Asyura.
Pawai Tahun Baru Islam
Di Berau, Kaltim, terdapat tradisi dalam menyambut tahun baru Islam. Tradisi itu adalah pawai keliling.
Pelaksanaan pawai itu dijadwalkan akan dimulai pada pukul 07.00 WITA yang akan dibuka langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih.
Sekretaris Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Berau, Eko Sutriyono, menjelaskan rute yang akan dilewati untuk pawai besok.
Rute pawai akan dimulai dari halaman kantor bupati Jalan Apt. Pranoto, Jalan SA. Maulana, kemudian belok kiri ke Jalan Pemuda dan berakhir di Gor Pemuda Tanjung Redeb.
Rute lebih pendek dibanding pawai Idulfitri atau Iduladha dikarenakan pesertanya semua berjalan kaki, hanya sedikit yang menaiki kendaraan roda 4.

Total ada 36 kelompok peserta yang mengikuti dari berbagai sekolah, mulai dari Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA, dan umum.
“Dari TK, SD, SMP, SMA dan umum, kita mulai pukul 07.00 Wita,” ujarnya saat dikonfirmasi Berauterkini, Senin (15/6/2026).
Dia menjelaskan, pendaftaran peserta yang ingin mengikuti pawai mulai dari 18 Mei dan ditutup pada 12 Juni lalu.
Pada pawai ini, panitia menyiapkan 5 tema yang bisa dipilih secara bebas oleh peserta.
“Ada lima tema yang bisa dipilih oleh peserta,” singkatnya.
Tema tersebut yaitu “Semangat Hijrah, Wujudkan Generasi Islami yang Berakhlakul Karimah”, “Pawai 1 Muharram 1448 H Menebar Kedamaian, Mempererat Ukhuwah Islamiyah”.
Kemudian ada tema “Hijrah Menuju Masa Depan Gemilang dengan Nilai-Nilai Islam”, “Meriahkan Tahun Baru Islam 1448 H dengan Semangat Persatuan dan Keimanan” dan “Dengan Semangat 1 Muharram 1448 H, Kita Tingkatkan Iman, Ilmu, dan Amal”.
