BERAU TERKINI – Simak destinasi wisata baru di Berau, mendaki Bukit Ruaban hingga melihat aneka ragam anggrek langka.
Menjelajahi Bukit Ruaban dan melihat berbagai macam anggrek hutan, menjadi salah satu tempat healing asik di tengah hutan Kampung Tubaan, Kecamatan Tabalar, Berau.
Diketahui di hutan Kampung Tubaan banyak dengan mudah ditemukan anggrek hutan. Bunga anggrek yang banyak ditemukan di hutan itu, pertama kali ditemukan oleh penduduk Kampung Tubaan yakni Muhammad Najib.
Bahkan, salah satu anggrek di hutan itu dinamakan Trichoglottis Najibii karena ditemukan oleh Muhammad Najib.
Muhammad Najib sendiri merupakan seorang pecinta anggrek dan pecinta alam sekaligus Ketua Pokdarwis Kampung Tubaan.

Dia menjelaskan bahwa anggrek mempunyai banyak macam dengan ciri khas 5 kelompok, yakni daun tidak bertulang, dan mempunyai lidah di bunga tersebut.
Untuk anggrek jenis Trichoglottis Najibii memiliki ciri khas berwarna ungu dengan lima kelopak berukuran kecil, yang tumbuh banyak di satu akar.
“Ini tuh enggak bisa diubah, jadi sampai kapan pun nanti, namanya tetap Tricoglottis Najibii,” ujarnya saat memandu pengamatan jenis anggrek pada Minggu (14/6/2026).
Selain itu, bisa ditemukan juga jenis anggrek hitam, anggrek permata, hingga anggrek tikus yang merupakan tumbuhan yang dilindungi.

Setelah puas melihat berbagai macam anggrek hutan, kita dipersilakan untuk mengambil satu jenis anggrek untuk dibawa ke Bukit Ruaban.
Untuk menuju Bukit Ruaban cukup melakukan treking dengan jarak tempuh sekitar 30 menit hingga 1 jam.
Bukit Ruaban sendiri terletak di ketinggian 171 mdpl, lokasi bukit itu tidak begitu tinggi dan bisa dilalui untuk pemula.
Area Bukit sangat sejuk dikarenakan hutannya yang masih rapat. Jalurnya juga tidak begitu ekstrem, sehingga aman bagi pendaki pemula.
Di atas bukit itu, bunga anggrek yang sebelumnya dibawa akan diikat ke pohon dan akan tumbuh di pohon tersebut.

Muhammad Najib menjelaskan alasan Pokdarwis Kampung Tubaan memilih wisata konservasi.
Dia ingin, warga setempat dan juga para wisatawan yang datang bisa menjaga dan peduli pada kelestarian hutan.
“Jadi, kami dan teman-teman di Tubaan membangun hutan ini, menjaga dan membangun hutan ini untuk generasi ke depan.
Bagaimana generasi ke depan bisa tetap merasakan hutan gak terlalu jauh dari wilayah sekitar mereka,” jelasnya.
“Kita menyediakan trek hutan yang akan teman-teman mungkin jadi memori yang cukup berkesan,” ucapnya.
Bagi wisatawan yang hendak menikmati keindahan bunga anggrek serta alam dari hutan Kampung Tubaan maka bisa menghubungi pihak Pokdarwis Kampung Tubaan.
“Jadi jangan ragu-ragu teman-teman boleh berwisata ke sini. Dan saat teman-teman berwisata ke sini, teman-teman memberikan kesempatan kedua untuk anggrek itu hidup kembali ke habitat asalnya,” pesannya.
