BERAU TERKINI – Simak rute pawai merayakan tahun baru Islam 1 Muharram di Tanjung Redeb, Berau.

Umat Islam akan menyambut tahun baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah pada Selasa (16/6/2026) esok.

Di Berau Kaltim, terdapat tradisi dalam menyambut tahun baru Islam. Tradisi itu adalah pawai keliling.

Pelaksanaan pawai itu dijadwalkan akan dimulai pada pukul 07.00 WITA yang akan dibuka langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih.

Sekretaris Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Berau, Eko Sutriyono, menjelaskan rute yang akan dilewati untuk pawai besok.

Rute pawai akan dimulai dari halaman kantor bupati Jalan Apt. Pranoto, Jalan SA. Maulana, kemudian belok kiri ke Jalan Pemuda dan berakhir di Gor Pemuda Tanjung Redeb.

Rute lebih pendek dibanding pawai Idulfitri atau Iduladha dikarenakan pesertanya semua berjalan kaki, hanya sedikit yang menaiki kendaraan roda 4.

Total ada 36 kelompok peserta yang mengikuti dari berbagai sekolah, mulai dari Taman Pendidikan Al-Quran (TPA), TK/RA, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA, dan umum.

“Dari TK, SD, SMP, SMA dan umum, kita mulai pukul 07.00 Wita,” ujarnya saat dikonfirmasi Berauterkini, Senin (15/6/2026).

Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1147 Hijriah (Andrikni/BT)
Pawai Tahun Baru Islam 1 Muharram 1147 Hijriah (Andrikni/BT)

Dia menjelaskan, pendaftaran peserta yang ingin mengikuti pawai mulai dari 18 Mei dan ditutup pada 12 Juni lalu. Menurutnya, pihak panitia menyiapkan 5 tema yang bisa dipilih secara bebas oleh peserta.

“Ada lima tema yang bisa dipilih oleh peserta,” singkatnya.

Tema tersebut yaitu “Semangat Hijrah, Wujudkan Generasi Islami yang Berakhlakul Karimah”, “Pawai 1 Muharram 1448 H Menebar Kedamaian, Mempererat Ukhuwah Islamiyah”.

Kemudian ada tema “Hijrah Menuju Masa Depan Gemilang dengan Nilai-Nilai Islam”, “Meriahkan Tahun Baru Islam 1448 H dengan Semangat Persatuan dan Keimanan” dan “Dengan Semangat 1 Muharram 1448 H, Kita Tingkatkan Iman, Ilmu, dan Amal”.

Penilaian pawai nantinya dilihat dari kerapian peserta ketika mengikuti pawai, keindahan masing-masing kelompok, kreativitas juga menjadi hal yang penting karena biasanya akan ada peserta yang menunjukkan kekreativitasan semaksimal mungkin, seperti replika onta.

Penilaian juga dilihat dari kesesuaian dengan tema yang disediakan, serta terakhir kekompakan para peserta yang mengikuti sampai akhir kegiatan.

Lebih jauh, pihaknya menjelaskan aturan pawai kepada para peserta.

Aturan itu adalah, menggunakan nomor dada yang diberikan oleh panitia, jumlah peserta maksimal 150 orang tidak boleh lebih, jika terhitung lebih, maka poin akan dikurangi.

Lalu dilarang membawa atribut partai politik, maksimal membawa 3 Mobil dalam satu rombongan.

Setiap peserta harus melewati rute yang telah ditentukan panitia dan tidak boleh melenceng dari rute yang ada, dilarang atraksi dan persembahan dalam bentuk apa pun di depan mimbar.

Penilaian dilaksanakan oleh juri di sepanjang rute mulai dari awal sampai akhir, dan keputusan pemenang oleh juri berlaku mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Masing-masing Juara pada tiap tingkatan yaitu yang mendapatkan juara 1, 2, 3 mendapatkan piagam, piala dan uang pembinaan. Sedangkan juara harapan 1, 2, 3 mendapatkan piagam dan uang pembinaan.