BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau terus mematangkan berbagai aspek pendukung di sejumlah geosite yang akan menjadi objek penilaian Geopark Nasional.

Hal itu dilakukan menjelang kedatangan tim penilai dari Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada 5-10 Juli 2026.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau kini fokus pada penyempurnaan elemen informasi dan visual di lapangan agar setiap lokasi geosite mampu menampilkan karakteristik dan nilai geologisnya secara optimal.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantoso, mengatakan, setelah simulasi rute lapangan selesai dilakukan, perhatian kini diarahkan pada kesiapan fasilitas pendukung yang akan membantu proses penilaian.

“Yang sedang kami siapkan sekarang adalah hal yang berkaitan dengan identitas geosite, seperti papan informasi, narasi lokasi, serta beberapa kebutuhan teknis lainnya,” ujarnya.

Menurut Yudha, kesiapan lapangan menjadi faktor penting karena tim penilai tidak hanya melihat potensi geologi suatu kawasan, tetapi juga bagaimana pengelolaan, penyajian informasi, hingga keterlibatan masyarakat di sekitar geosite.

Sejumlah lokasi yang akan dikunjungi tim penilai di wilayah Berau di antaranya kawasan Taman Sungai Dumaring, Labuan Cermin, Bukit Sinondok, Pemapak Biatan, hingga situs sejarah di Tanjung Redeb.

Sebelumnya, Disbudpar bersama tim terkait telah melakukan simulasi perjalanan selama akhir pekan untuk memastikan efektivitas rute kunjungan dan ketepatan waktu selama proses penilaian berlangsung.

“Melalui simulasi tersebut, kami dapat mengetahui kebutuhan di lapangan, termasuk titik-titik yang masih perlu pembenahan sebelum tim dari kementerian datang,” jelasnya.

Yudha optimistis seluruh persiapan dapat diselesaikan tepat waktu. 

Ia berharap proses penilaian berjalan lancar dan mampu memberikan hasil terbaik bagi upaya Berau memperoleh status Geopark Nasional.

“Ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati yang dimiliki Berau kepada pemerintah pusat,” pungkasnya. (*)