BERAU TERKINI – Sejumlah sektor ekonomi di Berau bakal terdampak dengan kenaikan harga Pertamax.

Pertamina melalui PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan kenaikan harga Pertamax di wilayah Kaltim.

Besaran kenaikan cukup besar bahkan di atas 30 persen yakni dari semula Rp 12.600 per liter menjadi Rp 16.650 per liter.

Kenaikan cukup tinggi itu terjadi pada Rabu (10/6/2026) dini hari lalu.

Akibatnya sejumlah konsumen Pertamax di Berau mengaku terkejut dengan kenaikan harga BBM nonsubsidi itu.

Pylon Sign SPBU Bujangga. (Adrikni/BT)
Pylon Sign SPBU Bujangga. (Adrikni/BT)

Dirangkum Berauterkini.co.id, berikut ini dampak kenaikan harga Pertamax di Berau:

Salah satu pengguna Pertamax, yakni Melati Sukma, mengaku keberatan dengan kenaikan harga Pertamax yang akan berdampak pada kenaikan harga barang.

Namun dirinya mengaku tak akan beralih dari Pertamax ke BBM lain seperti Pertalite karena jenis bensinnya tak sesuai dengan spesifikasi mesin motornya.

“Saya kaget dan keberatan namun bagaimana pun harga sudah berubah di pasaran,” ujarnya Rabu (10/6/2026).

“Tidak (diganti), karena Pertamax sesuai dengan spesifikasi mesin motor,” ungkapnya.

Dia berharap, pemerintah pusat dan Pertamina bisa mengkaji ulang kenaikan harga Pertamax.

“Harapannya ada pertimbangan dari kementerian terkait atas kenaikan harga Pertamax untuk dikaji ulang,” katanya.

Warga lainnya yakni Widi, mengaku terkejut dengan tingginya kenaikan harga Pertamax.

Dirinya pun mempertimbangkan untuk beralih dari Pertamax ke BBM Subsidi yakni Pertalite.

“Pas baca berita nasional saya kaget harga pertamax naik. Terpaksa saya harus mengantre ke pertalite dulu, soalnya harganya jauh sih,” ujarnya.

Antrean kendaraan di SPBU Sambaliung, Rabu (10/6/2026). (Adrikni/BT)
Antrean kendaraan di SPBU Sambaliung, Rabu (10/6/2026). (Adrikni/BT)

Kenaikan harga Pertamax juga berdampak ke sektor pariwisata di Berau.

Pihak Disbudpar Berau menyebut kenaikan harga Pertamax bakal berdampak pada menipisnya omzet di sektor pariwisata hingga potensi kenaikan harga.

Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengatakan sektor pariwisata Berau bakal menghadapi tantangan baru pasca kenaikan harga Pertamax.

“Ini semuanya berkesinambungan. Itu akan berpengaruh juga pada kuliner yang ada di pulau-pulau karena untuk mengambil bahan makanan mereka juga harus menaikkan transportasi laut,” jelasnya Jumat (12/6/2026).

“Ini akan berpengaruh signifikan terhadap jalur pariwisata, terhadap aktivitas pariwisata,” sambungnya.

SPBU di Kecamatan Biduk-biduk. (Ist)
SPBU di Kecamatan Biduk-biduk. (Ist)

Tak hanya kenaikan harga, dirinya juga mengungkapkan tantangan pelaku usaha serta wisatawan yang hendak berlibur ke daerah pesisir Berau.

Sebab konsumsi BBM dibatasi oleh kuota harian pembelian.

“Mungkin tidak masalah kalo mereka kuotanya banyak. Tapi ini sendiri kan BBM naik kuota BBM-nya mereka tuh terbatas,” ujarnya.

“Kuota pembeliannya dibatasin itu tantangannya. Tambah lagi tantangannya harganya mahal, ya berdampak pada aktivitas pariwisata,” tutupnya.

Selain sektor pariwisata, kenaikan harga Pertamax juga bakal berdampak pada kenaikan harga bahan pokok.

Pedagang sembako di Jalan Manunggal, Tanjung Redeb, Berau (Andrikni/BT)
Pedagang sembako di Jalan Manunggal, Tanjung Redeb, Berau (Andrikni/BT)

Kabid Cadangan Pangan dan Distribusi, Dinas Pangan Berau Basri, mengatakan bahan pokok dipastikan akan naik selama naiknya juga harga Pertamax.

Utamanya jika bahan pokok yang proses distribusinya mengandalkan BBM.

“Secara logika iya terutama bahan pokok yang proses produksinya menggunakan BBM,” ungkapnya Jumat (12/6/2026).

Namun, ia belum bisa memastikan seberapa besar kenaikannya dan kapan perkiraan akan naik.

Pihaknya akan memantau terus potensi kenaikan harga dan berapa besaran angka yang naik.

“Namun kita akan memantau sejak kapan terjadi kenaikan dan berapa persen kenaikannya,” katanya.