BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau mulai menyiapkan langkah strategis untuk memperkuat daya saing Industri Kecil dan Menengah (IKM) di tengah terbukanya peluang pasar yang semakin besar, terutama dengan kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN).
Salah satunya melalui penyusunan kajian lengkap dan basis data 10 komoditas unggulan daerah yang digagas Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoprindag) Berau.
Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Tim Pusat Kajian Percepatan Pembangunan dan Inovasi Daerah Universitas Mulawarman Samarinda.
Kepala Diskoprindag Berau, Eva Yunita, mengatakan, selama ini Berau memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah, namun sebagian besar masih dijual dalam bentuk bahan mentah.
Kondisi tersebut menyebabkan nilai tambah ekonomi belum sepenuhnya dinikmati masyarakat daerah.
“Melalui data yang akurat dan terstruktur, kita bisa mengetahui kebutuhan riil pelaku usaha. Dengan begitu, program pembinaan yang diberikan benar-benar sesuai dan mampu meningkatkan daya saing produk lokal,” ujarnya.
Menurutnya, IKM merupakan sektor yang memiliki peran besar dalam menggerakkan perekonomian daerah.
Selain mampu menyerap tenaga kerja, sektor ini juga menjadi sarana pengolahan sumber daya lokal menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Dalam kajian tersebut, Diskoprindag menetapkan 10 komoditas unggulan yang menjadi fokus pendataan, yakni olahan ikan laut, kelapa sawit, karet, lada, kakao, produk kayu dan mebel, kerajinan rotan dan bambu, olahan buah tropis, tanaman obat, serta rumput laut.
Data yang dihimpun nantinya akan menjadi dasar pemetaan potensi dan tantangan yang dihadapi setiap pelaku usaha pada masing-masing komoditas.
Hasilnya diharapkan mampu mendorong lahirnya kebijakan yang lebih efektif dalam pengembangan industri berbasis potensi lokal.
Eva menilai momentum ini sangat penting mengingat posisi Berau yang strategis sebagai salah satu pintu gerbang Kalimantan Timur dan memiliki kedekatan dengan kawasan IKN.
Kondisi tersebut membuka peluang pasar yang luas bagi produk-produk lokal apabila didukung kualitas dan kapasitas produksi yang memadai.
“Ke depan kami juga akan memfasilitasi promosi melalui berbagai pameran serta menyiapkan ruang khusus untuk menampilkan produk-produk IKM Berau agar lebih dikenal masyarakat dan memiliki akses pasar yang lebih luas,” katanya.
Melalui penyusunan basis data ini, Diskoprindag berharap pengembangan IKM di Berau tidak lagi berjalan berdasarkan perkiraan.
Namun, didukung data yang kuat sehingga mampu menghasilkan program yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan pelaku usaha. (*/Adv)
