BERAU TERKINI – Sejumlah daerah di Pulau Jawa mengalami pemadaman listrik, Kementerian ESDM ungkap penyebabnya.
Beberapa daerah di Pulau Jawa seperti Bogor, Bekasi, Bandung, Garut, Sukabumi, Tasikmalaya hingga Cirebon dan BSD, Tangerang Selatan mengalami pemadaman listrik.
Pemadaman listrik bergilir disebut berkaitan dengan stok batu bara yang dimiliki oleh PLN untuk PLTU mulai menipis.
Berkurangnya stok batu bara tersebut diduga berkaitan dengan kebijakan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan batu bara.
Namun Kementerian ESDM membantah bahwa pemadaman listrik bergilir yang terjadi karena menipisnya stok batu bara.

Dilansir laporan CNN Indonesia, Jubir Kementerian ESDM Dwi Anggia menyebut pemadaman listrik murni karena persoalan teknis yakni pemeliharaan sistem.
“Tidak ada pasokan batu bara yang menipis yang pasti. Memang ada beberapa gangguan terkait teknis. Kita sudah berkomunikasi dengan PLN untuk mengantisipasi agar peristiwa ini tidak berulang,” kata Dwi Anggia ditemui dikutip dari laporan CNN Indonesia.
“Kalau ada isu-isu yang akan ada pemadaman dan lain-lain, itu tidak benar, dipastikan tidak benar,” imbuhnya.
Pihaknya juga membantah keterkaitan pemadaman listrik dengan kebijakan RKAB tambang batu bara.
“Sejauh ini tidak ada permasalahan, apalagi Pak Menteri juga jelas menyampaikan terkait RKAB ini kan ada relaksasi bertahap ya, melihat bagaimana kebutuhan, tetap mempertimbangkan kebutuhan industri dengan kuota batubara yang tersedia ke sana. Jadi tidak ada gangguan terkait dengan pasokan atau suplai energi untuk PLN,” ujarnya.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, menurutnya tak ada kaitan antara pemadaman listrik yang terjadi dengan RKAB dan menipisnya stok batu bara.
Dia menyebut pemadaman yang terjadi karena persoalan teknis pada mesin pembangkit.
Bahlil Lahadalia menegaskan, pihaknya mendorong agar PLN segera menyelesaikan persoalan tersebut dan mempercepat pemulihan aliran listrik.
“Kemarin memang ada, belum maksimal, tapi ini kita lakukan percepatan untuk pemulihan,” kata Bahlil Lahadalia.
“Saya sampai dengan hari ini, malam ini juga masih ada rapat dengan PLN di kantor untuk membahas masalah ini. Kalau dikatakan bahwa masalah batu bara langka itu enggak benar, karena penugasan kita sudah mencapai 170 juta ton,” jelasnya.
