BERAU TERKINI — Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau memastikan seluruh kampung di Bumi Batiwakkal sudah terakses jaringan internet.

Ini menandai babak baru upaya percepatan digitalisasi dan pemangkasan kesenjangan arus informasi antara perkotaan dan perdesaan.

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi, menegaskan, realisasi program pemasangan perangkat internet di tingkat kampung saat ini sudah rampung.

Terdapat sekitar 1.502 titik interkoneksi yang berhasil dipasang secara merata pada 100 kampung dengan bandwidth rata-rata menyentuh angka 30 Mbps per wilayah.

Didi menambahkan, proses pemasangan perangkat pemancar internet wajib mendahulukan skala prioritas. 

Sektor utama yang menjadi sasaran prioritas meliputi pusat-pusat pelayanan administrasi perkantoran pemerintahan kampung, fasilitas lembaga pendidikan, serta pusat layanan kesehatan masyarakat.

Setelah itu terpenuhi, barulah perluasan pancaran sinyal akan diarahkan untuk menyasar area publik terbuka lainnya.

“Rata-rata tahun 2026 kekuatan sudah 30 Mbps. Jadi kalau kampung, kelurahan, kecamatan, sudah semua Alhamdulillah,” ujar Didi kepada Berauterkini, Rabu (10/6/2026).

Meskipun misi pemenuhan jaringan internet di pedalaman diklaim sukses menjangkau seluruh target administrasi, Didi tidak menampik adanya dinamika teknis yang menguras energi.

Ia mengungkapkan, kendala terbesar dalam proses pemasangan infrastruktur siber ini umumnya terkonsentrasi pada beberapa wilayah kampung yang hingga kini memang belum terjangkau oleh jaringan listrik dari PLN.

Guna menyiasati krisis energi tersebut, tim teknis di lapangan terpaksa harus menggunakan pasokan daya alternatif berbasis panel surya (solar cell). 

Penggunaan energi terbarukan ini sayangnya memunculkan kelemahan baru.

Perangkat pemancar tidak akan mendapatkan pasokan daya listrik yang maksimal apabila wilayah setempat tengah memasuki fase musim penghujan dengan intensitas awan mendung yang pekat.

Di samping persoalan daya energi, kendala infrastruktur lainnya juga kerap muncul pada wilayah pedalaman yang penguatan jaringannya masih mengandalkan sistem radio nirkabel.

Jarak geografis antarkampung yang terlampau jauh di area geografis Berau membuat transmisi sinyal radio seringkali melemah dan menghilang secara mendadak.

“Kalau yang pakai radio itu karena jaraknya terlalu jauh kadang-kadang memang sinyal hidup tenggelam. Jadi itu beberapa tantangan yang masih kami hadapi,” pungkas Didi. (*)