BERAU TERKINI – Besaran APBD diprediksi kembali menurun pada tahun 2027 mendatang.

Pemkab Berau bakal melakukan penghematan dalam menghadapi tahun 2027 mendatang. Pasalnya besaran APBD pada tahun 2027 diproyeksi hanya Rp 2,4 Triliun.

Angka tersebut turun drastis dari APBD 2025 sebesar Rp 5,25 Triliun dan APBD 2026 sebesar Rp 3,4 Triliun.

Proyeksi penurunan APBD Berau tak lepas dari kebijakan penurunan transfer ke daerah atau TKD dari pemerintah pusat.

Menurut Sekda Berau Muhammad Said, Pemkab Berau bakal lebih selektif dalam menganggarkan program pada 2027 mendatang.

Dia menyebut, penurunan APBD Berau pada 2027 mendatang juga akan berdampak pada pembangunan, termasuk pembangunan fisik.

“Tentu akan memengaruhi ya, apalagi pembangunan fisik,” katanya.

Bupati Sri Juniarsih salurkan bansos yang dananya berasal dari anggaran Berau Expo (Ist)
Bupati Sri Juniarsih salurkan bansos yang dananya berasal dari anggaran Berau Expo (Ist)

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih menyampaikan program prioritas tetap akan dilaksanakan dengan menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Menurut Sri Juniarsih, pihaknya akan berupaya guna memastikan belanja pegawai tidak akan terdampak dari penurunan APBD.

“Yang pasti kami tetap memprioritaskan belanja pegawai,” ujarnya pada Berauterkini.co.id, Selasa (9/5/2026).

“Sementara untuk kegiatan lainnya akan kami rasionalisasikan sesuai dengan kemampuan anggaran yang ada,” tambahnya.

Menurutnya, sejumlah program yang selama ini menjadi prioritas tetap akan dilanjutkan. Hanya saja, beberapa di antaranya harus mengalami penyesuaian nilai bantuan maupun skala pelaksanaan.

“Insyaallah program-program unggulan tetap kami upayakan berjalan. Mungkin ada pengurangan-pengurangan, seperti bantuan yang sebelumnya nilainya lebih besar, kini harus disesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah,” katanya.

Ia mencontohkan, besaran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang sebelumnya mencapai Rp500 ribu kini diturunkan menjadi Rp300 ribu sebagai bentuk efisiensi anggaran.

Selain itu, pembangunan infrastruktur yang telah direncanakan pemerintah daerah juga tetap menjadi perhatian. Beberapa proyek prioritas, termasuk pembangunan sirkuit yang masuk dalam program unggulan, disebut akan terus dilaksanakan secara bertahap.

“Kami tetap melaksanakan program-program yang sudah direncanakan, tetapi disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Yang penting tetap berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” jelasnya.

“Kami berusaha memaksimalkan seluruh anggaran yang ada agar bisa dirasakan masyarakat. Tentu kami juga berharap masyarakat memahami kondisi yang sedang dihadapi daerah saat ini,” pungkasnya.(*)