BERAU TERKINI – Simak persoalan panjang konflik batas wilayah Berau dan Kutai Timur dan upaya penyelesaiannya.
Berau dan Kutai Timur merupakan kabupaten yang berada di Provinsi Kaltim.
Meski bertetangga, namun terdapat persoalan panjang mengenai Berau dan Kutai Timur. Persoalan itu adalah masalah sengketa batas wilayah yang belum mencapai titik temu.
Sengketa batas wilayah itu berada di Kampung Biatan Ilir, Kecamatan Biatan, Kabupaten Berau.
Kabupaten Kutai Timur mengklaim sejumlah lahan yang berada di Kampung Biatan Ilir, Kecamatan Biatan, Berau masuk ke dalam Dusun Melawai, Desa Tepian Terap, Kabupaten Kutai Timur.

Menurut Wabup Berau Gamalis, belum ada perjanjian terbaru antara Pemkab Berau dan Pemkab Kutim soal tapal batas wilayah.
Gamalis menyebut, perjanjian tapal batas wilayah masih mengacu pada UU No.47 tahun 1999 tentang Pembentukan Kabupaten Nunukan, Malinau, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Kota Bontang.
“Cangkok itu ada di wilayah Berau. Hari ini Kutim menuntut cangkok itu ada di mereka, padahal kita tidak ada kesepakatan,” kata Gamalis beberapa waktu lalu.
Meski belum ada kesepakatan, Wabup Berau Gamalis menilai, pihaknya mengutamakan pendekatan musyawarah dan menyerahkan konflik sengketa wilayah kepada Kemendagri.
Dia juga berpesan agar warga Berau dan Kutim yang berada di wilayah sengketa untuk tetap tenang.
“Musyawarah, kita harus selesaikan ini dengan kepala dingin. Kita minta masyarakat untuk tetap tenang dan mengikuti proses yang saat ini berlangsung,” ujarnya.
“Kita ingin daerah di Kaltim ini semua maju, maka harus kita selesaikan masalah ini dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Bupati Berau Sri Juniarsih menegaskan, proses penyelesaian sengketa batas wilayah terus berlangsung.
Sri Juniarsih menyebut komunikasi antara Pemkab Berau dan Pemkab Kutim serta Kemendagri berjalan konstruktif.
“Yang berkewenangan menarik batas itu adalah kementerian. Jadi semuanya sedang berprogres, mudah-mudahan secepat mungkin bisa kita dapatkan hasilnya,” ungkap Sri Juniarsih.
Dirinya memastikan kondisi di lapangan aman dan kondusif saat proses penyelesaian sengketa batas wilayah berlangsung.
“Jadi intinya enggak ada masalah antara Berau dan Kutim,” ucapnya.
