BERAU TERKINI – Nanik S Deyang bakal melakukan moratorium dapur baru atau SPPG untuk program MBG.
Pimpinan BGN yang baru resmi dilantik oleh Presiden Prabowo pada Senin (8/6/2026).
Kepala BGN Nanik S Deyang menegaskan, program MBG bakal menitikberatkan pada efisiensi anggaran.
“Langkah kami adalah kami concern pada efisiensi anggaran, agar bisa tidak membebani anggaran negara saat ini, tetapi dengan tidak mengubah target yang kita berikan gizi,” ujar Nanik S Deyang dikutip dari siaran YouTube BPMI Setpres.
Menurut Nanik S Deyang ada sejumlah langkah yang dilakukan untuk efisiensi anggaran BGN.
Salah satunya dengan melakukan moratorium atau penghentian sementara dapur baru atau SPPG untuk MBG.

“Efisiensi kami lakukan, pertama melalui moratorium, bukan titik baru, tapi juga dapur baru, nah kita hentikan dulu, kita akan tata,” ujarnya.
“Kita tata, apakah dapur ini sudah bisa melayani penerima manfaat yang ada atau kelebihan, artinya kita tidak buka yang baru dulu. Kemudian setelah kami menata, baru kami hitung apakah kami perlu membuka kembali atau tidak,” jelasnya.
Selain moratorium SPPG baru, BGN juga akan mengevaluasi penerima manfaat MBG.
Menurutnya penerima manfaat makan bergizi gratis dari latar belakang ekonomi berkecukupan akan dicoret dari kepesertaan MBG.
“Kedua kami refocusing penerima manfaat, apakah perlu sekolah-sekolah kaya? jadi kita akan arahkan kepada anak-anak yang memang memerlukan intervensi gizi,” jelasnya.
Pihaknya juga akan meningkatkan kontrol demi memastikan MBG sesuai dengan juknis dan standar kualitas gizi.
BGN juga mendorong keterlibatan pihak swasta dalam membangun MBG khususnya di daerah 3T.
“Ketiga kita akan melakukan kontrol kualitas, sehingga kami akan mengecek apakah dapur yang ada sesuai juknis atau tidak,” ujarnya.
“Dan terakhir untuk 3T, kami mencoba mengurangi tidak menggunakan APBN, jadi untuk wilayah-wilayah yang belum digarap, apakah bisa dibiayai oleh CSR BUMN dan hibah luar negeri, atau di tempat itu ada perusahaan besar untuk menggunakan CSR,” jelasnya.
