BERAU TERKINI – Pemerintah Kabupaten Berau terus mendorong percepatan penyelesaian pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di Pulau Maratua.
Fasilitas tersebut diharapkan segera beroperasi untuk mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik di kawasan wisata unggulan tersebut.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, mengatakan, secara umum bangunan TPS3R telah berdiri dan hanya memerlukan penyelesaian beberapa bagian, termasuk penambahan atap sebelum dapat difungsikan secara optimal.
“Untuk TPS3R itu bangunannya sudah ada, tinggal menambah atapnya dan bisa difungsikan. Kita berharap semua bisa digunakan secepatnya, meskipun belum selesai seluruhnya, karena memang saat ini kondisi anggaran masih terbatas,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Dalam pembahasan bersama perangkat daerah terkait, ditemukan skema penyelesaian yang dinilai lebih efisien.
Langkah tersebut diperkirakan mampu menghemat anggaran hingga sekitar Rp700 juta.
“Setelah berdiskusi tadi, ada beberapa penyesuaian yang bisa dilakukan sehingga dapat menghemat sekitar Rp700 juta,” katanya.
Terkait pengelolaan operasional TPS3R ke depan, Sri Juniarsih membuka peluang kerja sama dengan pihak lain agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih efektif.
Namun, pembahasan mengenai mekanisme kerja sama tersebut masih akan didiskusikan lebih lanjut.
“Kalau untuk operasional nantinya memang lebih bagus jika bisa bekerja sama, tetapi sejauh ini kami belum mendiskusikannya lebih lanjut,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan TPS3R merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menyediakan sarana pengelolaan sampah yang memadai bagi masyarakat dan kawasan wisata.
Sri Juniarsih juga menekankan pentingnya keberadaan TPS3R di Maratua mengingat pulau tersebut merupakan salah satu destinasi wisata andalan Berau.
Keterbatasan lahan untuk pembuangan sampah membuat fasilitas pengolahan menjadi kebutuhan yang mendesak.
“Karena Maratua adalah destinasi wisata, memang tidak ada lagi tempat yang memungkinkan selain di lokasi ini. Makanya kita bangun TPS3R agar sampah bisa diolah dengan baik, dipisahkan antara organik dan non-organik, bahkan nantinya bisa menjadi tambahan penghasilan bagi masyarakat,” pungkasnya. (*/Adv)

