BERAU TERKINI – Sinyal bahaya bagi kontestan Piala Dunia 2026. Timnas Tunisia resmi mengamankan tiket ke putaran final yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dengan catatan yang membuat bulu kuduk merinding.
Eagles of Carthage bukan sekadar lolos. Mereka mengukir sejarah emas sebagai tim pertama di zona Afrika yang melenggang ke putaran final Piala Dunia 2026 dengan rekor nol kebobolan sepanjang babak kualifikasi.
Dari 10 pertandingan yang dijalani, lini pertahanan Tunisia yang layaknya ‘Tembok Berlin’ sukses menyapu bersih clean sheet dan mengemas 28 poin dari maksimal 30 poin. Sebuah ketegasan taktik yang membuktikan bahwa mereka bukan tim penggembira.
Sabri Lamouchi dan Misi Pecah Rekor Sejarah
Kendati memiliki modal pertahanan yang super solid, langkah Tunisia diuji lewat keputusan berani federasi.
Pada Januari 2026, kursi pelatih resmi beralih ke tangan dingin Sabri Lamouchi, mantan gelandang Timnas Prancis yang sarat pengalaman internasional.
Lamouchi ditargetkan membawa Tunisia memecahkan kutukan sejarah. Pasalnya, dalam enam edisi Piala Dunia sebelumnya, Tunisia belum pernah sekalipun mencicipi babak gugur.
Di atas lapangan, Lamouchi akan bertumpu pada pesona gelandang muda Burnley, Hannibal Mejbri.
Pemain berusia 23 tahun ini diharapkan menjadi motor serangan sekaligus pemecah kebuntuan berkat visinya yang visioner.
Terjebak di Grup Neraka: Hadapi Jepang dan Belanda
Ujian sesungguhnya bagi rekor suci Tunisia akan langsung tersaji di fase grup.
Berdasarkan Jadwal Piala Dunia 2026, Tunisia harus baku hantam di grup berat bersama raksasa Eropa, Belanda, serta kekuatan utama Asia, Jepang, dan Swedia.
Berikut adalah jadwal tempur Timnas Tunisia di babak grup:
- 14 Juni 2026: Swedia vs Tunisia
- 20 Juni 2026: Tunisia vs Jepang
- 25 Juni 2026: Tunisia vs Belanda
Intip Kekuatan Skuad Tunisia untuk Piala Dunia 2026
Untuk menghadapi intensitas tinggi di Amerika Utara, berikut adalah komposisi resmi Skuad Tunisia yang dibawa oleh Sabri Lamouchi:
Kiper: Noureddine Farhati, Aymen Dahmen, Mouhib Chamakh, Sabri Ben Hessen.
Bek: Montassar Talbi, Yassine Meriah, Dylan Bronn, Nader Ghandri, Adem Arous, Ali Abdi, Ali Maaloul, Yan Valery, Mohamed Ben Ali, Alaa Ghram, Amin Cherni, Mohamed Drager, Rami Kaib.
Gelandang: Ellyes Skhiri, Mohamed Belhadj Mahmoud, Mohamed Ali Ben Romdhane, Houssem Tka, Ferjani Sassi, Hannibal Mejbri, Saif-Eddine Khaoui, Idris El Mizouni, Hamza Rafia, Anis Slimane, Chiheb Labidi.
Penyerang: Ismael Gharbi, Elias Saad, Sebastian Tounekti, Elias Achouri, Naim Sliti, Mortadha Ben Ouanes, Firas Chaouat, Hazem Mastouri, Seifeddine Jaziri, Amor Layouni, Sayfallah Ltaief, Louey Ben Farhat, Youssef Mskani.
Apakah rekor tanpa kebobolan milik Tunisia bakal hancur di tangan Belanda dan Jepang, atau justru mereka mampu menciptakan kejutan terbesar di Piala Dunia 2026? Patut kita tunggu.
