BERAU TERKINI – Tidak pernah terlintas dalam benaknya untuk mengikuti ajang kecantikan. Bahkan, Ririn Nor Afni mengaku belum pernah sekalipun terjun dalam kompetisi serupa di Kabupaten Berau.

Namun siapa sangka, langkah yang berawal dari rasa penasaran dan ajakan seorang temannya, justru mengantarkannya menjadi Puteri Muslimah Kalimantan Timur 2026.

Bahkan, ia mewakili Kaltim pada ajang Putri Muslimah Nusantara 2026.

Dara yang akrab disapa Afni ini masih mengingat betul bagaimana semuanya bermula. 

Saat itu, seorang teman memberitahunya tentang pendaftaran Puteri Muslimah Kalimantan Timur 2026 dan menawarkan kesempatan untuk menjadi perwakilan daerah.

“Karena ini membawa nama daerah, saya pikir-pikir dulu,” ujarnya berauterkini, Rabu (3/6/2026).

WhatsApp Image 2026 06 03 at 18.05.22 2

Keputusan itu tidak langsung diambil. Afni terlebih dahulu berdiskusi dengan kedua orang tuanya. 

Selain harus mewakili Berau, ia juga menyadari mengikuti ajang tersebut membutuhkan persiapan dan biaya yang tidak sedikit. Mulai dari registrasi, karantina, preliminary dan talent show, hingga malam grand final.

Beruntung, dukungan penuh datang dari keluarga.

“Alhamdulillah orang tua sangat setuju dan mendukung. Setelah itu saya berusaha semaksimal mungkin, banyak berdoa, dan meminta dukungan dari teman-teman serta keluarga,” katanya.

Perjuangan Afni tidak berhenti di situ. Salah satu penilaian dalam ajang tersebut juga melibatkan voting publik. 

Dengan sistem dukungan Rp10 ribu per suara, Afni berhasil mengumpulkan 608 vote dan menjadi peserta dengan perolehan suara tertinggi.

Hasilnya pun di luar dugaan. Ia berhasil masuk dalam TOP 6 Puteri Muslimah Favorite Kalimantan Timur 2026 sekaligus meraih predikat peraih vote tertinggi.

“Jujur saya tidak menyangka bisa masuk TOP 6 Favorite dan mendapatkan vote tertinggi,” ungkapnya.

Prestasi tersebut menjadi tiket bagi Afni untuk melangkah ke level yang lebih tinggi. 

Ia kini dipercaya menjadi perwakilan Kalimantan Timur pada ajang Putri Muslimah Nusantara 2026.

Dalam perjalanan kompetisi itu, Afni mengikuti karantina selama dua hari di Five Premiere Hotel Samarinda. 

Selama masa pembekalan tersebut, ia mengaku tidak mengalami kendala berarti.

Sebaliknya, ia justru mendapatkan banyak pengalaman dan ilmu baru yang sangat berharga.

“Malah banyak ilmu yang saya dapatkan, baik tentang pengembangan diri, public speaking, maupun bagaimana membawa diri sebagai seorang puteri muslimah,” tuturnya.

Ajang Preliminary dan Talent Show sendiri digelar di City Centrum Samarinda, sementara malam grand final berlangsung megah di Lamin Etam, Gedung Olah Bebaya, Kompleks Kantor Gubernur Kalimantan Timur, pada 23 Mei 2026 lalu.

Kini, selempang Puteri Muslimah Kalimantan Timur 2026 yang disandang Afni bukan hanya menjadi simbol prestasi pribadi. 

Lebih dari itu, menjadi bukti keberanian mencoba sesuatu yang baru, bisa membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar.

Dari sebuah ajakan sederhana, dukungan keluarga, dan tekad untuk membawa nama Berau, Afni berhasil membuktikan dirinya.

Terkadang, mimpi besar berawal dari langkah kecil yang tak pernah direncanakan sebelumnya.

“Saya sangat bangga dan akan terus belajar agar bisa memberikan yang terbaik untuk daerah saya,” pungkasnya. (*)