BERAU TERKINI — Bupati Berau, Sri Juniarsih, menginstruksikan tiga organisasi perangkat daerah (OPD) segera membersihkan saluran drainase yang dinilai menjadi penyebab banjir di beberapa titik wilayah perkotaan. 

Sri Juniarsih menginstruksikan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk segera saling berkoordinasi mengatasi masalah saluran pembuangan yang tersumbat akibat ketebalan sedimen.

Langkah ini diambil lantaran banjir yang kerap terjadi belakangan ini murni diakibatkan adanya pasir dan lumpur yang sudah cukup tebal menumpuk di dasar parit. 

Penumpukan material tersebut membuat aliran air ke sungai menjadi terhambat setiap kali hujan lebat melanda.

Merespons instruksi tersebut, DPUPR Berau mengklaim langsung bergerak mengeksekusi perintah bupati. 

WhatsApp Image 2026 06 03 at 16.01.51 e1780493531640

Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Berau, Hendra Pranata, mengatakan, instruksi bupati terkait pembersihan saluran air bukan kali ini saja dikeluarkan.

Bahkan, sebelum adanya instruksi pada Senin lalu, petugas lapangan sudah terlebih dahulu diterjunkan untuk membersihkan saluran air di beberapa titik rawan.

Salah satunya di Jalan Gatot Subroto yang selama ini kerap menjadi langganan banjir.

“Sudah itu, instruksi itu langsung dilaksanakan buhannya,” ujar Hendra kepada Berauterkini, Rabu (3/6/2026).

Hendra menambahkan, pembersihan saluran drainase di sepanjang Jalan Gatot Subroto bahkan sudah dilakukan petugas secara berkala hingga berkali-kali. 

Langkah tersebut terus digenjot karena jalan tersebut merupakan salah satu urat nadi kawasan perkotaan yang sangat ramai dilewati berbagai kendaraan.

Jika penanganan terlambat dilakukan, genangan air yang tinggi setiap kali hujan dikhawatirkan bisa merusak mesin kendaraan yang nekat melintas. 

Selain itu, banjir di titik tersebut dipastikan akan mengganggu kelancaran aktivitas warga yang ingin pulang maupun pergi menuju ke Tanjung Redeb.

“Berapa kali buhannya bebersih di Gatsu (Gatot Subroto). Memang baru instruksi itu yang terberitakan, sebelum-sebelumnya instruksi terus kok ibu bupati,” pungkas Hendra. (*)