BERAU TERKINI – Bupati Berau Sri Juniarsih mengaku sering mengecek sendiri RSUD Tanjung Redeb tanpa pengawalan protokol dan sorotan media.
Kegiatan itu sering dia lakukan dalam satu sampai dua pekan sekali di setiap bulannya.
Rutinitas itu dia lakukan untuk memantau langsung persiapan fasilitas kesehatan hasil pembangunan tiga tahun masa kepemimpinannya tersebut.
Ia mengakui rumah sakit itu masih banyak kekurangan yang mesti dipenuhi, baik dari sisi teknis maupun non-teknis kesehatan, khususnya di bagian pelayanan.
“Makanya setiap minggu minimal satu kali saya tinjau, tanpa protokol dan ditemani teman-teman media,” kata dia.
Dari hasil tinjauan tersebut, dirinya bersama rombongan di Dinas Kesehatan Berau dan pegawai teknis lainnya telah melakukan penanaman pohon.
Selain itu, pihaknya juga membuat dinding penahan abrasi di sekitar rumah sakit.
Sebab, rumah sakit tersebut memiliki lereng yang posisinya lebih tinggi dari bangunan kiri dan kanan rumah sakit.
“Sudah dikerjakan, sedikit demi sedikit. Kami pantau terus kebutuhannya,” ujarnya.
Ia mengakui, saat ini rumah sakit plat merah tersebut belum bisa digunakan.
Dalam memenuhi kebutuhan teknis pelayanan, pemerintah membutuhkan waktu setengah tahun lagi.
Kebijakan itu diambil untuk memastikan masyarakat dan pemerintah berada dalam posisi aman potensi pelanggaran hukum.
“Yah semoga 6-7 bulan lagi ini bisa digunakan,” kata dia.
Sebagai informasi, bangunan rumah sakit empat lantai itu dibangun sejak 14 Juli 2023 dengan skema pembangunan tahun jamak atau multiyears.
Bangunan itu merupakan tahap pertama segmen rumah sakit yang dibangun menggunakan APBD Berau senilai Rp270 miliar. (*/Adv)

