BERAU TERKINI — Krisis air bersih di Pulau Maratua kini sedang dalam tahap penanganan Pemerintah Kabupaten Berau.
Bupati Berau, Sri Juniarsih, menegaskan, pihaknya terus mengupayakan solusi terbaik dan tengah gencar menggelar diskusi bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) guna merampungkan persoalan tersebut.
Sri Juniarsih meminta instansi terkait untuk fokus pada pembuatan sistem desalinasi air laut.
Hal itu sebagai salah satu langkah konkret untuk menyediakan pasokan air bersih di Pulau Maratua.
Namun, karena proses penerapan teknologi desalinasi tidak mudah dan butuh biaya yang tidak murah, pemerintah memilih memaksimalkan dulu embung yang sudah tersedia.
“Saya sudah mengarahkan kepada desalinasi, tapi mungkin pembiayaannya tidak murah, mungkin kami maksimalkan embung yang ada dulu sambil kami berproses untuk desalinasi,” ungkap Sri Juniarsih kepada Berauterkini, Kamis (28/5/2026).
Fasilitas embung yang ada sekarang akan segera dilengkapi sarana pendukungnya agar bisa secepatnya dioperasionalkan secara fungsional sembari menunggu proses persiapan desalinasi.
Menurutnya, ancaman kemarau panjang yang diperkirakan segera melanda membuat pemerintah tidak bisa hanya bergantung pada embung sebagai satu-satunya tumpuan sumber air.
Oleh sebab itu, realisasi proyek desalinasi diharapkan bisa segera dikebut secepatnya.
Ia menaruh harapan besar agar alokasi anggaran daerah ke depan bisa langsung digunakan untuk memprioritaskan pembuatan sistem desalinasi laut tersebut.
“Karena memang kalau menunggu embung di tengah kemarau seperti ini enggak mungkin, dan mungkin kita menunggu hujan ya. Saya harapkan mudah-mudahan anggaran bisa kami prioritaskan untuk desalinasi,” jelasnya.
Ia berkomitmen untuk terus mengupayakan fasilitas terbaik bagi keberlangsungan sektor pariwisata Berau.
Penyediaan desalinasi menjadi salah satu agenda vital di dalamnya.
Pihaknya saat ini akan mempelajari skema pembiayaan proyek, apakah nantinya desalinasi bisa melibatkan kontribusi dana tanggung jawab sosial (CSR) dari swasta atau murni bersumber dari APBD.
“Ada beberapa tahapan untuk desalinasi, mulai dari harga terendah sampai tertinggi sudah punya datanya,” pungkas Sri Juniarsih. (*)
