BERAU TERKINI — DPRD Berau menaruh harapan besar terhadap manajemen operasional proyek rumah sakit baru di Tanjung Redeb.

Lembaga legislatif meminta agar proses rekrutmen tenaga kesehatan di rumah sakit baru tidak mengganggu stabilitas puskesmas dan RSUD Abdul Rivai.

Secara kelembagaan, DPRD Berau menyatakan sangat mendukung momentum peresmian gedung fasilitas medis modern tersebut. 

Kehadiran infrastruktur kesehatan ini dinilai sudah sangat dinantikan guna meningkatkan derajat kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat luas.

Wakil Ketua II DPRD Berau, Sumadi, berharap penataan formasi karyawan rumah sakit baru tidak memakai sistem cabut fondasi.

RSUD Tanjung Redeb Berau.
RSUD Tanjung Redeb Berau.

Ia menegaskan manajemen dilarang keras mengambil para pekerja medis yang saat ini aktif mengabdi di fasilitas kesehatan eksis.

“Terkait dengan rekrutmen karyawan, harapannya jangan mengganggu puskesmas atau rumah sakit yang ada. Jadi tinggal simulasinya saja,” ungkap Sumadi kepada Berauterkini, Selasa (19/5/2026).

Menurutnya, hal krusial yang harus segera diperjelas kepada publik adalah status kepesertaan jaminan BPJS Kesehatan.

Pasalnya, fasilitas kartu jaminan plat merah tersebut dilaporkan belum bisa langsung diberlakukan di rumah sakit baru nantinya.

Sosialisasi ini sangat penting, terutama bagi kelompok masyarakat ekonomi kelas menengah ke bawah, agar tidak terjadi salah paham. 

Berdasarkan kompilasi data riil, pengguna BPJS di Berau tercatat mendominasi sebanyak 55 persen dari total penduduk.

Sementara itu, porsi sisa kelompok masyarakat pelanggan jaminan non-BPJS atau pasien mandiri berada di angka 45 persen.

Dalam skenario ini, Sumadi berharap kelompok pasien non-BPJS dapat dioptimalkan untuk beralih menggunakan fasilitas rumah sakit baru.

Langkah pengalihan klaster pasien mandiri ini dipercaya menjadi formula jitu untuk memangkas indeks kepadatan di RSUD Abdul Rivai.

Selain itu, migrasi layanan ini juga diproyeksikan mampu menekan angka pasien yang meminta rujukan medis ke luar daerah.

“Itu minimal mengurangi kepadatan dan pelayanannya lebih baik, yang selama ini tidak mendapatkan tempat tidur dan sebagainya, mulai teratasi pelan-pelan,” ujarnya. (*/Adv)