BERAU TERKINI — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Berau tengah serius memperkuat barisan pertahanan terhadap ancaman kebakaran dengan membentuk Relawan Damkar (Redkar).
Langkah ini diambil untuk memastikan penanganan api di tingkat akar rumput bisa berjalan lebih cepat, terutama di wilayah yang sulit dijangkau armada besar.
Kepala Disdamkarmat Berau, Rakhmadi Pasarakan, menjelaskan, saat ini proses pembentukan relawan tersebut telah memasuki tahap penyusunan Surat Keterangan (SK).
Setelah legalitas tersebut rampung, fokus selanjutnya adalah memberikan pelatihan teknis kepada para relawan serta melengkapi mereka dengan peralatan pemadaman yang memadai.
“Masih kita proses pembentukan relawan yang namanya redkar, relawan damkar,” ujar Rakhmadi Pasarakan kepada Berauterkini.
Mengingat kondisi daerah yang tengah berada dalam masa efisiensi anggaran, Rakhmadi menaruh harapan besar pada peran sektor swasta.
Ia mengimbau perusahaan-perusahaan di Berau untuk terlibat aktif melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) guna membantu pendanaan dan operasional para relawan ini di lapangan.
“Mudah-mudahan kami harapkan perusahaan-perusahaan juga bisa ikut terlibat,” harapnya.
Menariknya, di beberapa wilayah Berau sebenarnya sudah muncul inisiatif relawan mandiri yang bergerak dengan pendanaan swadaya.
Bagi kelompok-kelompok seperti ini, Disdamkarmat tinggal memberikan pelatihan intensif agar kemampuan mereka sesuai dengan standar keselamatan pemadaman.
Rakhmadi sangat berharap kesiapan relawan di wilayah Tanjung Redeb dapat segera dimatangkan, mengingat statusnya sebagai kawasan perkotaan yang padat penduduk dan memiliki frekuensi kebakaran yang cukup tinggi.
“Sebenarnya di Tanjung Redeb ini yang kami harapkan. Karena daerah-daerah ini sering terjadi kebakaran,” ujarnya.
Berdasarkan data terbaru, saat ini tercatat sebanyak 540 relawan damkar yang telah tersebar di hampir seluruh penjuru Kabupaten Berau.
Kecamatan Sambaliung menempati urutan teratas dengan jumlah relawan terbanyak, yakni mencapai 178 orang.
Posisi tersebut disusul Kecamatan Bidukbiduk dengan 99 relawan, Teluk Bayur 88 relawan, Maratua 71 relawan, Tanjung Redeb 39 relawan, serta Tabalar dengan 38 relawan.
Sementara itu, wilayah lain juga memiliki keterwakilan relawan meskipun dalam jumlah yang lebih kecil, seperti Gunung Tabur dengan 8 orang, Kelay 7 orang, Talisayan 5 orang, dan Batu Putih 3 orang.
Untuk Kecamatan Pulau Derawan dan Segah, masing-masing tercatat memiliki 2 relawan.
Hingga saat ini, tercatat hanya Kecamatan Biatan yang belum mengirimkan atau memiliki data relawan damkar dalam skema pembentukan ini. (*)
