BERAU TERKINI – Penggerebekan markas judi online atau judol di Jakarta Barat mengungkap fakta baru soal aktivitas kriminal itu.
Tim dari Dittipidum Bareskrim Mabes Polri berhasil menggerebek markas judi online atau judol di Jakarta Barat pada Sabtu (9/5/2026) kemarin.
Dalam penggerebekan itu ratusan WNA diamankan dan diduga terlibat dalam aktivitas judol.
Dilansir Instagram resmi Dittipidum Bareskrim @dittipidum_bareskrim, aktivitas judol yang beroperasi di Jakarta Barat merupakan jaringan internasional.
“Tim Gabungan SubDirektorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri melakukan penggerebekan terhadap sebuah markas judi online yang beroperasi secara terselubung di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta Barat,” tulis akun Instagram @dittipidum_bareskrim.
“Petugas berhasil mengamankan sejumlah terduga pelaku yang diketahui merupakan WNA. Petugas menemukan berbagai barang bukti yang digunakan dalam operasional judi online, seperti komputer, laptop, telepon genggam, perangkat jaringan internet, monitor, modem, brankas,” jelasnya.

Sementara itu, laporan Kompas.com mengungkapkan, pihak Mabes Polri memperkirakan tengah ada pergeseran markas judol.
Dari semula beroperasi di wilayah Myanmar dan Kamboja kini bergeser ke Indonesia.
Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri Brigjen Pol Untung Widyatmoko mengatakan, pergeseran markas judol itu terindikasi dari semakin maraknya pengungkapan kasus markas judol jaringan internasional.
“Setelah ditertibkan, mulai terjadi pergeseran ke Indonesia dan itu tentunya sudah kami antisipasi dan kami prediksi,” ujar Sekretaris NCB Interpol Indonesia Divhubinter Polri, Brigjen Polri Untung Widyatmoko dikutip dari laporan Kompas.com
“Kemarin saat kami di Batam mengungkap hal yang sama, bahwa pasca ditertibkannya pola-pola operasi daring baik itu scamming, yang terdiri atas love scam, investasi online, termasuk perjudian online,” tambahnya.
