BERAU TERKINI – Berdiri kokoh di tepi aliran Sungai Kelay, Keraton Sambaliung sebagai salah satu warisan sejarah paling berharga di Kabupaten Berau.

Istana bersejarah ini menjadi saksi rekam jejak dinamika pemerintahan, perjuangan melawan kolonialisme, hingga kekayaan tradisi lokal yang bertahan melintasi zaman.

Kesultanan Sambaliung resmi berdiri pada tahun 1810 pasca-terjadinya pemecahan wilayah Kerajaan Berau menjadi dua entitas pemerintahan tersendiri, yakni Kesultanan Sambaliung dan Kesultanan Gunung Tabur.

Peristiwa bersejarah ini menjadi tonggak penting dalam peradaban masyarakat Bumi Batiwakkal.

IMG 20260731 WA0012

Sultan pertama yang bertakhta di Kesultanan Sambaliung adalah Sultan Alimuddin, atau yang lebih dikenal luas oleh masyarakat dengan julukan Raja Alam.

Di bawah kepemimpinannya, Sambaliung berkembang pesat menjadi pusat pemerintahan sekaligus simpul perdagangan strategis di wilayah Berau.

Tidak hanya menggerakkan roda ekonomi dan pemerintahan, Kesultanan Sambaliung di era Raja Alam juga mengukir catatan sejarah panjang dalam mempertahankan kedaulatan wilayah dari tekanan serta campur tangan kekuatan kolonial Belanda.

2g situs 1
WARISAN BUDAYA: Salah satu warisan budaya di Kabupaten Berau, Keraton Sambaliung, jangan sampai hilang dimakan zaman. (foto: diva)

Saat ini, Keraton Sambaliung yang berlokasi di Kecamatan Sambaliung masih terawat dengan sangat baik.

Bangunan bersejarah ini memadukan nilai estetik dan spiritual lewat 13 ruangan khas berdinding warna kuning dan hijau—dua warna simbolis yang melambangkan keagungan serta kejayaan dalam tradisi Melayu Islam.

Di dalam kompleks keraton, tersimpan beragam koleksi benda bersejarah yang bernilai tinggi, seperti singgasana sultan, perlengkapan dan senjata tradisional, naskah kuno, galeri, hingga satwa kuno yang ikonik.

Prasasti Keraton Sambaliung
Prasasti peninggalan kesultanan Sambaliung bertuliskan aksana bugis. (Foto: int)

Hingga hari ini, Keraton Sambaliung masih difungsikan secara aktif sebagai pusat pelestarian budaya.

Berbagai ritual adat, prosesi penyambutan tamu kehormatan daerah, hingga helatan festival budaya tahunan rutin dipusatkan di kawasan ini.

meriam keraton Sambaliung
Meriam keraton Sambaliung yang digunakan melawan Belanda. (Foto: ist)

Pemkab Berau bersama pihak kerabat Kesultanan Sambaliung terus bersinergi merawat bangunan ini sebagai aset cagar budaya sekaligus objek wisata sejarah yang wajib dikunjungi.

Keberadaan Keraton Sambaliung menjadi bukti nyata bahwa Kabupaten Berau tidak hanya dianugerahi pesona wisata alam nan memukau, tetapi juga menyimpan akar sejarah dan warisan kebudayaan luhur yang patut dijaga serta dibanggakan. (M/BT/SLZ)