BERAU TERKINI – Megabintang Timnas Portugal, Cristiano Ronaldo mengungkap rahasia ketegangan antara dirinya dengan sang pelatih Jorge Jesus dalam kasus dirinya ngambek meninggalkan UEFA Nations League.

Klarifikasi itu dirilis di akun instagram pribadinya @cristiano, pada Rabu (7/10/2026).

Dalam tulisan resmi itu, Ronaldo mengungkapkan bila dirinya telah dua kali dikadali atau dibohongi oleh Jorge Jesus.

Pertama dalam momen saat Portugal melawan Norwegia dalam laga tandang.

Sebelumnya, Ronaldo yang berniat pensiun pasca Piala Dunia 2026, dipaksa Presiden Federasi Sepakbola Portugal (FPF) Pedro Proenca untuk membela Portugal di UEFA Nations League.

Dalam kesepakatan itu, Ronaldo bersedia kembali ke lapangan dengan catatan hanya bermain di laga awal dan akhir babak penyisihan.

Sebab, di usia 41 tahun Ronaldo sudah tak bisa memaksakan diri untuk terus bermain seperti di masa keemasannya.

Kebersamaan pelatih baru Timnas Portugal dengan Cristiano Ronaldo di Al Nassr. (x/@AlNassrTribune)
Kebersamaan pelatih baru Timnas Portugal dengan Cristiano Ronaldo di Al Nassr. (x/@AlNassrTribune)

Ronaldo memutuskan untuk tetap terbang ke Norwegia, meskipun dirinya diminta untuk istirahat oleh Jorge Jesus. Klaimnya, ini sebagai bentuk dukungan moril seorang kapten.

Di laga kontra Norwegia tersebut, Ronaldo diminta Jorge Jesus melakukan pemanasan.

Ia akan dimainkan selama 30 menit. Namun tak ditepati, meski Ronaldo sudah melakukan pemasanan sembari menunggu waktu pergantian pemain.

Saat itu, amarahnya membuncah. Ronaldo memilih meninggalkan euforia kemenangan tim usai laga.

“Dan sisanya sudah tahu semuanya. Saya mulai melakukan pemanasan dari babak pertama, menyaksikan menit-menit berlalu, dan tidak ada yang memanggil saya. Pelatih melanggar janjinya,” ungkap Ronaldo.

Sadar akan kemarahan Ronaldo, Jorge Jesus menghamipiri dan berbicara empat mata.

Pertemuan itu berbuah kesepakatan. Yakni Jorge Jesus mengakui kesalahannya dan harus meminta maaf.

Proses itu digelar dalam konferensi pers sebelum laga melawan Denmark.

Namun, hal itu tak dilakukan Jorge Jesus. Kemarahan Ronaldo memuncak dan memilih untuk angkat koper dari UEFA Nations League.

Dalam pernyataannya, Ronaldo juga mengakui kesalahannya karena sempat ‘ngambek’ dengan begitu saja pergi usai melawan Norwegia.

Untuk itu, ia meminta maaf kepada masyarakat Portugal. Namun karena merasa dibohongi Jesus, ia merasa harus meninggalkan timnas.

“Saya sekali lagi meminta maaf kepada rakyat Portugal, namun pelanggaran janji saya itu sangat memengaruhi saya. Saya merasa jika saya tetap bertahan di tim mulai saat itu, hal itu hanya akan merugikan tim,” katanya.