BERAU TERKINI – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Berau dalam sebulan terakhir dilaporkan mulai mengalami penurunan.
Meski secara umum titik api berkurang, tim gabungan di lapangan masih berpacu memadamkan sisa kebakaran agar ancaman kabut asap dapat sirna sepenuhnya.
Perwakilan Pondok Kerja Berau Manggala Agni KAL-XIII/Sangkima, Willy Rizwana, mengungkapkan, wilayah Kampung Batu-Batu di Kecamatan Gunung Tabur hingga Kampung Tanjung Batu di Kecamatan Pulau Derawan masih menjadi area terdampak paling parah.
“Kalau untuk sekarang ini sebenarnya sudah berkurang, cuma masih ada beberapa titik yang masih menyala. Jadi di beberapa wilayah itu memang sudah banyak berkurang, daerah Batu-Batu sampai ke Tanjung Batu itu masih sangat lumayan kebakarannya,” ujar Willy kepada Berauterkini.

Willy menyebut, api dengan cepat meluas lantaran tim kerap mendapati kondisi lahan sudah terbakar hebat saat tiba di lokasi penanganan.
Minimnya intensitas hujan dalam sepekan terakhir serta kondisi cuaca kering dan hembusan angin kencang makin mempercepat kobaran api.
Situasi tersebut diperparah oleh kendala pelik yang dihadapi petugas di lapangan, yakni minimnya ketersediaan pasokan air di sekitar titik kebakaran.
Hal ini memaksa tim pemadam membuang waktu untuk menyuplai ulang kebutuhan air.
“Kalau ada sumber airnya yang jalan terus itu enak untuk kita melakukan pemadaman sampai habis, tapi kalau yang airnya terbatas itu biasanya kami harus bolak-balik ambil air dulu,” jelasnya.
Guna mencegah munculnya titik api baru di tengah kondisi lahan yang sangat rentan, Manggala Agni mengimbau seluruh masyarakat Berau untuk menghentikan total aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar.
“Imbauan kami dari Manggala Agni, masyarakat Berau agar jangan membakar sama sekali. Untuk sementara ini teman-teman kami dari Manggala Agni sudah ada laporan yang melakukan pemadaman. Jadi saya berharapnya semoga masyarakat bisa tahu dengan kondisi sekarang ini,” tegasnya. (*)
