BERAU TERKINI – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau kian mengancam keselamatan satwa langka yang dilindungi. 

Seekor Tenggiling (Manis javanica) ditemukan dalam kondisi mengenaskan saat kobaran api membakar kawasan Hutan Kampung Merasa, Kecamatan Kelay.

Satwa malang tersebut ditemukan bersembunyi di dalam rongga batang kayu yang sudah hangus, di tengah kepungan delapan titik api yang melalap area administrasi kampung tersebut.

Founder Conservation Action Network (CAN) Borneo, Paulinus Kristanto, membeberkan, penemuan terjadi saat timnya tengah berjibaku memadamkan api dari pagi hingga malam hari. 

Tangkapan Layar 2026 09 04 pukul 19.27.56

Sekitar pukul 21.00 WITA, petugas yang melakukan proses pendinginan melihat satwa tersebut terjebak di sisa puing kebakaran.

“Pada saat kita melakukan pemadaman di Kampung Merasa, itu kan ada sekitar delapan titik api. Tim sudah memadamkan dari pagi sampai malam. Akhirnya pada malam hari, pas tim lagi ngademin, kita ketemu ada satu tenggiling yang bersembunyi di batang kayu yang terbakar,” ujar Paulinus.

Tim pemadam langsung bergerak cepat melakukan evakuasi darurat. 

Namun, kondisi fisik tenggiling tersebut sangat memprihatinkan akibat paparan hawa panas dan kayu yang membara.

“Itulah yang akhirnya kita selamatkan. Kita menemukan di dua kaki bagian belakang ternyata sudah luka parah. Kemudian di bagian ekor juga terdapat bagian yang terbakar,” terangnya. 

Luka bakar pada kaki belakang satwa malang tersebut bahkan tergolong sangat fatal hingga memperlihatkan bagian tulang.

Usai dievakuasi dari lokasi karhutla, tenggiling tersebut langsung dilarikan ke Pusat Rehabilitasi Long Sam guna mendapatkan tindakan medis intensif. 

Tragedi ini menjadi bukti nyata betapa destruktifnya dampak Karhutla bagi keberlangsungan satwa endemis dan benteng keanekaragaman hayati Kalimantan. (*)