BERAU TERKINI — Harapan masyarakat di Pulau Maratua untuk segera menikmati fasilitas air bersih tampaknya harus tertunda lebih lama.
Tempat penampungan air hujan atau embung yang berada di pulau terluar tersebut dikabarkan masih belum bisa difungsikan pada tahun ini.
Kepastian penundaan operasional infrastruktur vital tersebut dikonfirmasi langsung Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau, Hendra Pranata.
Secara konstruksi fisik utama, bangunan kolam embung sebenarnya sudah selesai dibangun secara utuh.
Namun, masalah besar muncul pada sistem penyuplaian air yang masuk ke dalam kolam penampungan karena volumenya belum sesuai dengan harapan perencanaan awal.

Kolam embung tersebut dirancang memiliki kapasitas tampung yang sangat besar, yakni mampu memuat hingga 80 ribu meter kubik air.
Sayangnya, sistem tangkapan air pendukung yang ada saat ini baru mampu mengumpulkan air dengan kapasitas sekitar 6 ribu meter kubik, sehingga pasokan air di dalam embung menjadi tidak optimal.
Hingga saat ini, Hendra mengonfirmasi, kelanjutan proyek penunjang embung tersebut masih harus tertahan demi menunggu kesiapan alokasi anggaran dari pemerintah daerah untuk melangkah ke tahapan berikutnya.
“Baru tahap 1, nunggu kesiapan anggaran untuk tahap selanjutnya,” ungkap Hendra kepada Berauterkini, Jumat (22/5/2026).
Secara teknis, agar fasilitas penampungan air bersih ini bisa bekerja secara maksimal, ada beberapa bagian penting dari sistem embung yang wajib segera dibangun pada tahap lanjutan.
Beberapa item pengerjaan tersebut meliputi pembuatan saluran intake (pintu masuk air), tangkapan air, pintu pengatur air pada embung, hingga pemasangan instalasi mekanikal elektrikal.
Jika seluruh item infrastruktur pendukung tersebut sudah siap dibangun dan tersedia, maka embung di Maratua bisa langsung dioperasikan untuk menyuplai kebutuhan masyarakat.
“Kalau sudah ready semua sudah bisa difungsikan,” ujarnya.
Namun, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah ketiadaan anggaran daerah yang dialokasikan untuk melanjutkan mega proyek tersebut.
Bahkan, Hendra menegaskan, dengan kondisi keuangan daerah yang sedang berjalan, fasilitas penampungan air itu dipastikan belum bisa mengalirkan manfaat di tahun ini.
“Enggak lah, belum ada anggarannya tahun ini,” pungkas Hendra. (*)
